Inspiration

Menghayati Paradoks-Paradoks Kehidupan Kita Dengan Penuh Syukur

dSahabat Peradaban Kasih UC We-Media yang terkasih, dalam hidup ini, kita biasa menemukan paradoks-paradoks kehidupan, yang tak mudah untuk dimengerti, namun indah untuk dihayati. Bahkan, paradoks-paradoks kehidupan itu dapat kita hayati dengan gembira dan penuh syukur. Apa sajakah paradoks-paradoks kehidupan itu?

Referensi pihak ketiga dari kintaka.co

Mari kita pahami terlebih dahulu bahwa yang dimaksud dengan paradoks adalah hal-hal yang tampaknya berlawanan, namun sesungguhnya tidak (Mgr. I. Suharyo: 2016, 1). Saya pernah menyinggung hal ini sekilas dalam artikel yang berjudul “Kegagalan Dalam Ketaatan Yang Memerdekaan” pada laman tz.ucweb.com/3_2MEv8 ini (terbit 2018/03/05 16:05). Pada kesempatan ini, marilah kita renungkan lebih mendalam lagi. Apa saja paradoks-paradoks kehidupan itu?

Referensi pihak ketiga dari www.pinterest.com

Pertama, dalam bahasa Jawa ada ungkapan “tapa ngrame”, yakni bertapa di tengah keramaian. Umumnya dipahami bahwa orang yang bertapa itu harus mencari tempat yang sepi, sunyi, dan jauh dari keramaian. Namun, dewasa ini, hiruk-pikuk kehidupan ini justru menantang kita untuk berani menjalani “tapa ngrame”. Kita tetap menjaga keheningan di tengah segala macam kesibukan kita. Justru keheningan itulah yang akan membuat buah karya pekerjaan dan pelayanan kita semakin berlimpah dan bermutu tinggi. Keheningan dalam hiruk-pikuk kehidupan akan membuat kita lebih fokus dalam berkarya apa pun tugas dan pekerjaan kita.

Referensi pihak ketiga dari www.lazada.co.id

Kedua, ada ungkapan pula dalam bahasa Jawa, “nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake”. “Nglurug tanpa bala” berarti mendatangi lawan tanpa mengerahkan massa, Paradoks ini hendak mengajarkan kepada kita pentingnya perdamaian, kerukunan, dan persaudaraan; bukan perpecahan, konflik dan perang (bdk. Dr. Purwadi M.Hum dkk, 2005:327). “Menang tanpa ngasorake” berarti meraih kemenangan jiwa tanpa harus mengalahkan lawan. Menang rohani tak harus berlawanan dengan kalah secara jasmani. Kemenangan tetap dihayati dalam kerendahan hati tanpa arogansi (Idem: 313-314). Dalam hal ini pun, yang diutamakan adalah perdamaian, kerukunan dan persaudaraan.

Ketiga, datang untuk melayani bukan untuk dilayani. Setiap orang memiliki kecenderungan untuk dilayani. Namun, dalam tradisi rohani agama apa pun, pelayanan itu justru menjadi mulia di saat kita mampu melayani dari pada dilayani. Unsur pengorbanan dan kerendahan hati sangat menonjol dalam aspek ini.

Referensi pihak ketiga ezyani93.blogspot.com

Keempat, mati untuk hidup. Paradoks ini sebetulnya merupakan kelanjutan dan puncak dari paradoks ketiga. Puncak dari pelayanan adalah pengorbanan, Pengorbanan itu dalam arti tertentu menjadi kematian demi kehidupan. Mati bisa dalam arti simbolik, maupun dalam arti realistik, sungguh-sungguh mati dalam kemartiran. Setiap kematian yang seperti itu akan mendatangkan kehidupan bukan hanya bagi yang bersangkutan, melainkan juga anggota keluarga, sanak, kerabat, sahabat dan komunitas bahkan masyarakat dan bangsa. Itulah yang terjadi dalam diri para pahlawan kita. Mereka mati namun membuahkan kehidupan bagi semua.

Kelima, perendahan yang memuliakan. Inilah paradoks kerendahan hati. Kerendahan hati itu laksana tanah subur (humus). Maka ada terjemahan dalam bahasa Inggris humility. Setiap benih yang ditaburkan di tanah yang subur akan bertumbuh dan menghasilkan buah yang berlimpah. Itulah makna paradoks perendahan yang memuliakan.

Masih banyak paradoks kehidupan lainnya. Namun baiklah lima hal itu dapat menjadi bahan permenungan kita. Silahkan memilih, manakah yang cocok untuk dihayati, atau malah sudah menghayatinya dengan baik selama ini. Kalau kita bisa menghayatinya dengan baik, paradoks-paradoks kehidupan itu akan membuat kita bergembira bahkan senantiasa bersyukur dalam mengarungi kehidupan ini.

Demikian, semoga bermanfaat. Salam peradaban kasih. Terima kasih. Tuhan memberkati.***

Johar Wurlirang Semarang, 9/3/2018

Sumber: refleksi pribadi.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3725094943042962?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.