Inspiration

Tetap Semangat Dan Tertawa Melalui Jalur Seni dan Budaya Untuk Kerukunan

Sahabat Peradaban Kasih UC We-Media yang terkasih, inilah kisah perjumpaanku untuk kedua kalinya dengan dr. Oei Hong Djien, kolektor karya seni, pemilik tiga museum OHD di Magelang (Sabtu, 17/3/2018). Bagiku, perjumpaan itu sangat penting dan istimewa, sebab bisa berjumpa dengan sosok pecinta seni rupa yang oleh kawan-kawan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta disebut “Sunan Seni Rupa Indonesia”.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Perjumpaan itu membuat saya tetap semangat dan tertawa melalui jalur seni dan budaya untuk kerukunan. Setiap berjumpa Om Hong Djien, kami selalu tertawa. Tertawa adalah keharusan. Tertawa membuat sehat, gembira dan bahagia.

Ini bukan teori-gagasan, melainkan sungguh terjadi-pengalaman. Om Hong Djien menghayatinya dengan berbasis seni budaya dalam rangka merajut kerukunan. Seni dan kebudayaan merupakan salah satu jalur untuk merajut kerukunan.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Sebetulnya, proses perjumpaanku dengan Om Hong Djien terjadi begitu saja. Sehari sebelumnya, saya mengabarkan kepada beliau bahwa saya akan sowan ke rumah beliau. Om Hong DJien pun menyambut positif rencana saya itu. Kebetulan, hari Sabtu-Minggu (17-18/3/2018) saya ada acara di Pusat Pastoral Sanjaya Muntilan. Maka, baik bila saya bisa berjumpa kembali dengan Om Hong Djien.

Perjumpaan itu bagiku sangat penting untuk memastikan bahwa Om Hong Djien berkenan hadir dan memberikan sambutan dalam Pembukaan Pameran Lukisan yang kami selenggarakan di Pastoran Johar Wurlirang pada hari Rabu-Minggu (21-25 Maret 2018). Tema pameran adalah Perdamaian Palestina, Kerukunan Kita. Saya pribadi ingin belajar dari Presiden Joko Widodo yang dengan tetap semangat dalam membela perdamaian di Palestina, dan diharapkan hal itu berdampak positif bagi kerukunan kita. Itulah sebabnya, meski saya Pastor Katolik, terinspirasi pula oleh Presiden Joko Widodo, menyerukan perdamaian Palestina juga.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Bukan kebetulan, saya pernah ke Betlehem, yang masuk di wilayah otoritas Palestina. Di sana ada Gereja Kelahiran Yesus (Church of Nativity) di Tepi Barat, Kota Betlehem. Tiga kali saya ke Betlehem. Maka, tema Pameran Lukisan: Perdamaian Palestina, Kerukunan Kita bukan sekadar angan-angan, melainkan berbasis pengalaman.

Itu pun bagian dari upaya merajut kerukunan melalui jalur seni dan budaya. Maka, perjumpaan dengan Om Hong Djien menjadi penting bagiku. Kebetulan, saat saya hendak berpamitan, datang pula rombongan para seniman muda, para pelukis dari Yogya, Mas Bayu bersama Nova dan Elisa asal Australia. Om Hong Djien pun menyambut mereka dengan ramah, dan tak lupa tertawa.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Omong punya omong, gara-gara sharing Om Hong Djien (79 tahun) tentang hobinya berdansa, secara spontan, saya pun mengambil saksofon lalu mengiringi Om Hong Djien yang berdansa dengan Elisa asal Australia. Satu alunan lagu “Amazing Grace” cukup untuk memberi suasana gembira agar tetap semangat dan tertawa melalui jalur seni dan budaya untuk kerukunan.

Demikian, semoga bermanfaat. Salam peradaban kasih bagi kita semua. Terima kasih. Tuhan memberkati.***

Pusat Pastoral Sanjaya Muntilan, 18/3/2018

Sumber: refleksi pengalaman pribadi.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/231606008769849?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.