Inspiration

Melihat Dengan Hati Misteri Kasih Tuhan Yang Tak Dapat Dilihat Dengan Mata Jasmani

Sahabat Peradaban Kasih UC We-Media yang terkasih, sambil menyertai rekan-rekan dan sahabat-sahabatku para seniman lukis yang sedang menata hampir tujuh puluh lukisan yang ada, saya belajar untuk melihat dengan hati misteri yang tak dapat dilihat dengan mata. Atau lebih tebatnya, saya belajar melihat bukan dengan mata fisik jasmaniah, melainkan dengan mata batin rohaniah lukisan-lukisan yang dibuat oleh rekan-rekan dan para sahabatku itu. Apa hasilnya?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Pertama, dengan hati atau mata batin, saya tak hanya melihat, melainkan memandang lukisan-lukisan itu. Dengan memandang lukisan-lukisan itu, hati saya dipenuhi rasa-perasaan yang mendalam terhadap banyak hal, terutama pengalaman akan keindahan, kreativitas, kecerdasan rohani, dan kegembiraan yang alamiah.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Kedua, dengan memandang lukisan-lukisan itu, saya merasa terhibur dan diteguhkan. Dalam hal apa? Dalam hal perutusan untuk terus mewartakan, mengupayakan, dan mewujudkan perdamaian dan kerukunan.

Ketiga, saya jadi ingat kalimat-kalimat yang ditulis oleh Romo Henri J.M. Nouwen tentang lukisan suci atau sering disebut ikon. Kalimat-kalimat yang pernah saya baca dalam salah satu bukunya yang berjudul Behold The Beauty of The Lord, (Ave Maria Press: Notre Dame, Indiana, 1987. Sekaliber Romo Henri J.M. Nouwen sebagai seorang penulis buku rohani terkenal abadi 20, akademisi di Universitas Yale dan Harvard, pastora dan pelayan yang sangat hebat, beliau jujur mengungkapkan pengalaman rohani saat melihat lukisan suci. Inilah yang ditulis Romo Henri J.M. Nouwen dalam buku yang sudah diterjemahkan oleh Mgr. I. Suharyo, Pandanglah Wajah Kasih Allah [Spiritualitas Seni Ikon], Kanisius: Yogyakarta, 2003, h. 14.

“Sering kali, pada saat saya tidak bisa berdoa, merasa terlalu lelah untuk membaca Injil, terlalu cemas sehingga tidak ada tempat untuk gagasan-gagasan rohani, begitu tertekan untuk menemukan kata-kata yang cocok untuk Tuhan atau begitu lemas untuk melakukan sesuatu. Dalam keadaan yang seperti itu, saya masih dapat memandang lukisan-lukisan suci (ikon) yang amat erat berhubungan dengan pengalaman kasih.”

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Keempat, dengan memandang lukisan-lukisan yang sudah dipajang oleh rekan-rekan dan para sahabatku di Pastoran Johar Wurlirang dalam rangka Pameran Lukisan: Perdamaian Palestina, Kerukunan Kita, saya pun mengalami hal ini. Saya boleh melihat dengan mata hati, hal-hal yang tidak saya lihat dengan mata fisik saya. Rasionalisme tidak bisa menggantikan kepekaan rohani. Teknologi tidak bisa menggantikan pelayanan. Ilmu pengetahuan tidak bisa menggantikan relasi pribadi. Realitas rohani itulah yang terpancar dalam setiap gambar, yang dihadirkan dalam setiap lukisan.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Akhirnya, untuk sementara ini, sesudah rekan-rekan dan para sahabatku (Mas Tikno, Mas Awi, Mas Aris, Mas Renggo, Mas Basuki Ebbes dan Mas Suparmin) pulang ke rumah masing-masing, dan saya sendirian memandang semua lukisan yang sudah terpasang; saya menemukan hal ini. Kehidupan rohani dalam situasi masyarakat yang terkoyak oleh konflik, perang, kekerasan, dan kebencian sangat menguras energi siapa saja yang rindu perdamaian dan kerukunan. Semua itu menuntut kita – apa pun agama dan kepercayaan kita – untuk tetap menjaga ruang batin kita, agar kita mampu melihat dengan hati misteri kasih Tuhan yang tak dapat kita lihat dengan mata jasmani kita. Di sanalah, kita dibawa untuk sampai pada pengalaman dan perjumpaan dengan keindahan Tuhan yang mengasihi kita. Itulah pula yang akan mendorong kita untuk memandang sesama kita yang pasti berbeda dari kita sebagai keindahan kasih Tuhan yang hadir sangat dekat dalam kehidupan kita.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Demikian, semoga bermanfaat. Semoga Anda pun mampu melihat dengan hati misteri kasih Tuhan yang hadir yang setiap peristiwa hidup kita, yang sering kali tak mampu kita lihat dengan mata jasmaniah kita. Bagaimana dengan pengalaman Anda? Semoga Anda pun berkenan membagikannya dalam ruang komentar secara positif. Pasti itu pun akan sangat membantu siapa saja yang membacanya!

Terima kasih. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati.***

Johar Wurlirang, 19/3/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi lukisan-lukisan yang terpasang dalam rangka Pameran Lukisan: Perdamaian Palestina, Kerukunan Kita di pastoran Johar Wurlirang Semarang.

Sumber
http://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4493548331260639?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=app_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.