Inspiration

Setiap Orang Menanggung Dirinya Sendiri Dan Allah Menanggung Kita Semua

Sahabat Peradaban Kasih UC We-Media yang terkasih, saya membaca motto hidup: Setiap Orang Menanggung Dirinya Sendiri dan Allah Menanggung Kita Semua. Terhadap motto itu, saya menambahkan pada bagian tengah: Namun maria kita saling menanggung. Maka, selengkapnya menjadi seperti ini: Setiap orang menanggung dirinya sendiri, namun mari kita saling menanggung di antara kita, dan Allah menanggung kita semua. Apa maksud dan maknanya?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Motto itu saya baca dalam buku yang ditulis oleh Henri J.M. Nouwen berjudul Walk With Jesus Stations of the Cross, (Orbis Books: Maryknoll, New York, 1980). Atas motto tersebut, Romo Henri menjelaskan dalam satu kalimat namun sangat padat dan cermat. Inilah yang ditulisnya:

“Setiap orang menanggung dirinya sendiri dan Allah menanggung kita semua. Oleh karena itu, kecillah kemungkinan untuk mengalami penderitaan dan besarlah kemungkinan untuk mengalami penghiburan.” (halaman 22)

Bagaimana Romo Henri bisa sampai pada motto itu? Beliau sampai pada motto itu saat beliau merenungkan bahwa ternyata hidup ini rumit. Selain rumit, hidup ini juga penuh dengan bahaya dan ancaman yang begitu dekat dengan diri kita.

Akibatnya, kita menjadi was-was atas pilihan-pilihan yang kita ambil. Itu sudah dialami banyak orang mulai dari dalam kehidupan keluarga, kehidupan bertetangga, kehidupan bermasyarakat, kehidupan di kantor dan di perusahaan, atau bahkan di komunitas-komunitas kita yang beragam. Ada berbagai ketidakteraturan yang terjadi, dan kita harus dengan ikhlas menjalaninya. Bahkan, kita harus menjalaninya dengan taat dan setia.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Seseorang berkata kepada saya, “Romo, kok kita semakin dekat dengan Allah, justru semakin banyak mengalami tantangan, cobaan dan kesulitan ya?” Pertanyaan seseorang itu membenarkan betapa hidup ini rumit. Bahkan, ketika kita mencoba dekat dengan Allah, namun, persoalan justru semakin dahsyat kita alami.

Namun, kita tak perlu khawatir dan takut. Motto hidup itu memberi secercah harapan dan menginspirasi hidup kita untuk tetap yakin bahwa setiap orang mempunyai persoalannya sendiri-sendiri, namun Allah sesuatu menjadi solusi dalam hidup kita. Karena itu, yakinlah bahwa penderitaan yang kita alami akibat dari kesulitan, cobaan dan tantangan itu sebetulnya tak seberapa dibandingkan dengan campur tangan Allah dalam kehidupan kita yang akan menghadirkan kegembiraan dan penghiburan.

Nah, mengapa saya tambahkan kalimat, mari kita saling menanggung? Ya, karena kita tidak sendirian hidup di dunia ini. Ada kita adalah ada bersama orang lain. Maka, meski setiap orang menanggung dirinya sendiri; mari kita tetap terbuka untuk menolong sesama kita. Maka, mari kita juga belajar saling menanggung di antara kita; sebab Allah akan menanggung kita semua.

Itulah sebabnya, kiranya, motto ini bisa pula menginspirasi kita untuk tetap bersyukur dalam setiap kesulitan yang kita alami. KIta juga tidak perlu menjadi iri dan cemburu bahwa orang lain mengalami hal yang lebih baik dari kita. Setiap orang menanggung dirinya sendiri.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Justru yang terpenting adalah, bagaimana kita bisa tetap peka terhadap kebutuhan sesama, kendati setiap orang menanggung dirinya sendiri. Maka, kita pun dimampukan untuk hidup dalam kepekaan, kepeduliaan dan keterbukaan kepada sesama. Kitak tak hanya siap menolong sesama, tetapi juga menerima pertolongan sesama kita. Mari kita saling menanggung satu terhadap yang lain.

Akhirnya, Allah pun akan selalu melimpahkan berkat dalam kehidupan kita. Itulah yang saat ini sedang saya alami. Dalam proses mempersiapkan pameran lukisan di pastoran tempat saya tinggal, tidak segala sesuatunya serba mulus dan gampang. Ada kejutan-kejutan yang tak terbayangkan sebelumnya, sebagai sebuah proses pembelajaran. Ibarat kita sedang menunggu ayam bertelur dalam rangka dukungan pendanaan misalnya, ternyata ayamnya tak kunjung bertelur. Jangan kawatir, ternyata Allah memberi jalan keluar yang tak terduga, meski tak seketika.

Kuncinya adalah percaya, Allah pasti akan membantu kita atas setiap kehendak baik kita. Pasti Anda juga mengalami hal yang sama dalam peristiwa yang berbeda. Bagaimana Anda mengalaminya? Percayakan Anda bahwa setiap orang menanggung dirinya sendiri, mari kita saling menanggung, sebab Allah menanggung kita semua?

Demikian, semoga bermanfaat. Salam peradaban kasih. Terima kasih. Tuhan memberkati.***

Kampus Ungu Semarang, 21/3/2018

Sumber: refleksi pengalaman pribadi terinspirasi oleh motto yang dikutip Romo Henri J.M. Nouwen, Walk With Jesus Stations of the Cross, (Orbis Books: Maryknoll, New York, 1980).

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/929962906162949?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.