Inspiration

Gegerkan Dunia, Scalfari Sebut Paus Fransiskus Tidak Mengakui Adanya Neraka

Sahabat Peradaban Kasih UC News yang terkasih. Tribunnews.com (30/3/2018) memberitakan, Paus Fransiskus menyebut neraka itu tidak ada. Bahkan ada berita lain misalnya di news.rakyatku.com (31/3/2018 16.45), sesudah pernyataan itu, plafon Basilika Vatikan runtuh. Benarkah?

Referensi pihak ketiga

Ternyata, sebagaimana dilansir oleh zenit.org (30/3/2018), semua itu hanyalah ulah Eugenio Scalfari (94 tahun). Greg Burke, Direktur Kantor Pers Vatikan, mengeluarkan pernyataan, Paus Fransiskus memang menerima pendiri harian Italia La Repubblica dalam pertemuan pribadi, tetapi tanpa memberinya wawancara.

“Pertemuan itu melulu pribadi bukan sebuah wawancara. Namun Scalfari telah menulis yang sebaliknya. Jadi yang ditulis Scalfari dalam artikel itu adalah buah dari rekonstruksinya sendiri. Tidak ada kata-kata tekstual yang diucapkan oleh Paus apalagi tentang pernyataan bahwa neraka itu tidak ada!”

Gara-gara Scalfari, dunia jadi geger; bukan karena Paus Fransiskus. Lalu tentang plafon Basilika yang ambrol, benarkah? Inilah jawaban Rev. Markus Solo SVD yang selama ini bertugas di Vatikan kepadaku (Sabtu, 31/3/2018 pukul 17.00 WIB).

Referensi pihak ketiga – Rev Markus Solo SVD yang bertugas di Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Kepausan di Vatikan (tangannya memegang kotak merah) berbincang dengan Paus Fransiskus

“Memang benar bahwa pada hari Kamis 29/3/2018, ada pecahan-pecahan kecil yang jatuh dari atap Basilika. Tetapi hal itu tidak ada hubungannya dengan berita yang ditulis tentang kesalahpahaman Scalfari terhadap Paus. Itu hanya pecahan kecil dan tidak melukai siapa pun. Pecahan seperti itu bukan hal baru, sering terjadi, karena usia Basilika yang sudah ratusan tahun. Semua perayaan Tri Hari Suci sejak Kamis di Vatikan baik-baik saja.”

Nah loh, makanya kita harus hati-hati membaca berita; apalagi membuat berita. Jangan mudah menelan berita mentah-mentah, apalagi membuat berita yang menyesatkan; bahkan menyudutkan pihak tertentu! Itu bisa disebut hoax dan gosip. Ah, tapi yang namanya gosip, digosok-gosok memang semakin sip! Sayangnya, itu bukan bagian dari peace-journalism yang kita cita-citakan.

Referensi pihak ketiga – salah satu meme Paus Fransiskus dan Scalfari

Itulah sebabnya, saya mencoba menulis refleksi ini. Semoga menginspirasi kita dalam membaca dan mewartakan kebenaran, demi terwujudnya peradaban kasih di antara kita. Terima kasih. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati.***

Johar Wurlirang, 1/3/2018.

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan berita-berita sebagaimana sudah saya sebut dalam artikel ini.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1776906587144535?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.