Inspiration

Imam Bukan Untuk Dirinya Sendiri, Kasih Penggembalaan

Sahabat Peradaban Kasih UC We-Media yang terkasih, mengakhiri rekoleksi dalam rangka persiapan pembaruan janji imamat kami, Mgr. Dr. Robertus Rubiyatmoko memberikan peneguhan (27/3/2018). Judul peneguhan beliau saya pergunakan menjadi judul artikel ini dengan sedikit perubahan. Judul asli peneguhan Mgr. Robertus adalah “Imam Bukan Untuk Dirinya Sendiri, Kasih Kegembalaan”. Saya mengubah kata “kegembalaan” menjadi “penggembalaan” tanpa mengurangi pokok-pokok gagasan yang disampaikan Mgr. Robertus.

Referensi pihak ketiga

Pertama-tama digarisbawahi kebenaran bahwa gagasan tentang imam sebagai kurban bukanlah gagasan biasa, tak lazim. Apalagi, menerima diri sebagai kurban itu tidak mudah. Tanggungannya berat. 

Apakah dengan gagasan ini para imam gembira dan bergairah? Atau sebaliknya terasa menjadi beban dan tidak senang? Namun, inilah yang harus mulai disadari, dihayati dan diperjuangkan sejak sekarang.

Untuk itu, maka, Bapak Uskup Agung Semarang mengajak kami melihat motivasi awal saat dahulu masuk seminari dan mau menjadi imam. Di balik motivasi ada kerinduan untuk masuk ke dalam relasi dengan Yesus. Ada kemauan dan keinginan terlibat dalam karya perutusan Yesus. Yesus menjadi pusat dan orientasi, mengikuti dan terlibat dalam karya Yesus.

Referensi pihak ketiga

Karena itu para imam harus menghidupi semangat dan spiritualitas Yesus. Kita harus melayani, bukan dilayani; mencari dan menyelamatkan yang hilang. Karena itulah, harus berani menjadi kurban dan berkurban.

Dalam tradisi Gereja Katolik, para imam dipanggil untuk terlibat dalam karya penyelamatan umat manusia. Penyelamatan Yesus dijalankan melalui sengsara dan wafat Yesus dan kebangkitan-Nya. Para imam mengikuti jalan salib Yesus dengan memanggul salibnya sendiri juga.

Orientasi keterlibatan bukan demi kepentingan diri sendiri, tetapi demi kebahagiaan dan keselamatan orang lain. Prioritasnya adalah mereka yang hilang dan KLMTD (kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel).

Para imam harus meneladan kasih penggembalaan Yesus. Terus dan selalu hadir dan ada untuk orang lain. Para imam hadir, menyapa dan melayani. Haruslah selalu dikembangkan inisiatif untuk mencari dan menemukan yang membutuhkan. 

Semua itu dilakukan secara total dengan seluruh daya dan upaya, seluruh tenaga. Orang Jawa bilang, ngladeni sak pol-pole nganti saentekeWani nggetih. Siap remuk.(Melayani secara tuntas sampai habis.)

Referensi pihak ketiga

Kecuali itu, perlu dikembangkan sikap tulus tanpa pamrih untuk kepentingan diri. Harus dikembangkan sikap murah hati. Ora petung, wani tombok (tidak berhitung dan menjadi ujung tombak dan ujung tombok). Para imam harus melayani dengan penuh sukacita: ora nggresula lan ora nesu (tidak menggerutu dan tidak marah).

Haru pula dikembangkan semangat ngrengkuh, gemati, lembah manah, ngemong, yakni selalu memelihara dan merawat dengan kesetiaan. Open: memanfaatkan yang terbuang dan tak berguna dengan sikap semakin rendah dan murah hati.

Para imam dipanggil untuk mewujudkan kasih penggembalaan dalam kebersamaan. Tampil sebagai satu tim praesbyterium di seputar Uskup. Semua ambil bagiam dalam tanggung jawab Uskup. Masing-masing berpartisipasi sesuai tugas perutusan, membentuk satu tim yang bersatu padu dan kompak.

Dengan cara-cara itulah, maka para imam hidup bukan untuk dirinya sendiri dalam kasih penggembalaan dan tugas perutusannya. Itulah bagian dari perwujudan gagasan imam sebagai kurban, namun dihayati dalam sukacita dan kegemberiaan.

Demikian, semoga bermanfaat. Tentu, semangat hidup para imam yang seperti itu, bisa juga Anda hayati dalam tugas dan panggilan Anda di mana pun berada, apa pun agama Anda. Terima kasih. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati.***

Griya Asisi Bandungan, 27/3/2018

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan peneguhan Mgr. Dr. Robertus Rubiyatmoko dalam Rekoleksi Imam di Bandungan, 27/3/2018

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/990372577731642?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.