Inspiration

Dari Tangis Dukacita Hingga Tangis Sukacita Dalam Peristiwa Kematian, Mungkinkah?

Sahabat Peradaban Kasih UC News yang terkasih. Pernahkah Anda menangis karena orang yang Anda kasihi meninggal dunia secara tiba-tiba? Saya pernah mengalaminya dua kali, yakni saat kematian adikku yang ke-3 dan kematian ibuku. Namun dalam keduanya, saya mengalami perubahan dari tangis dukacita menjadi tangis sukacita. Mengapa?

Referensi pihak ketiga

Baik adikku maupun ibuku meninggal karena serangan jantung. Saat aku menangis, sejujurnya kusadari bahwa tangis itu merupakan tangis dukacita untuk diriku sendiri yang malang! Kurasakan kesedihan itu begitu kejam. Jiwaku terasa kosong karena kehilangan orang-orang yang kukasihi. Tangis itu egois karena berpusat pada diriku sendiri yang berduka.

Nah, hatiku menjadi lebih tenang sesudah menyadari bahwa mereka tidak hilang dan terpisah dariku. Aku yakin dan percaya, Tuhan telah menyambut mereka secara berbeda dan mengasihi mereka secara berbeda pula dengan cara-Nya sendiri, meskipun tak bisa kumengerti seketika itu juga.

Referensi pihak ketiga

Maka, aku pun mengalami perubahan dari tangis dukacita untuk diriku yang kehilangan sosok pribadi yang kukasihi, menjadi tangis sukacita untuk mereka yang sudah bersatu dengan Tuhan dalam kemuliaan. Tangis dukacitaku menjadi tangis sukacita karena kusadari bahwa kematian itu membuat mereka terbebas dari derita dunia dan segala bahaya dosa manusiawi. Bahkan, melalui kematian itu, mereka telah disambut oleh kasih dan kerahiman Tuhan. Itulah yang membuat tangis dukacitaku berubah menjadi tangis penuh sukacita.

Dalam perubahan itu, aku pun bertanya pada diriku sendiri, siapkah aku sendiri menyambut kematianku dengan bahagia; sehingga orang-orang yang mengasihiku tak terlalu lama dipagut dukacita, namun seketika justru mengalami sukacita oleh kematianku? Siapkah aku meninggal dengan hati bersyukur sebab kematian itu menjadi anugerah bagiku dan bagi orang-orang yang mengasihiku? Bagaimana dengan kita sendiri dalam menghadapi kematian kita? Akankah kematian kita mendatangkan tangis sukacita bagi orang-orang yang mengasihi kita?

Referensi pihak ketiga

Itulah refleksi pribadi yang hendak kubagikan pada kesempatan ini. Terima kasih. Semoga bermanfaat. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati.***

Johar Wurlirang, 2/4/2018.

Sumber: refleksi pengalaman pribadi.

Sumber
http://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3332275662688281?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=app_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.