Inspiration

Keren! Spiritualitas Personal Harus Diwujudkan Dalam Spiritualitas Sosial

Sahabat Peradaban Kasih UC News yang terkasih. Dalam artikel berjudul “Mantab! Inilah Kehadiran Yang Saling Menginspirasi Tentang Spiritualitas” (2018/04/05 17:58), saya berjanji akan menarasikan jawaban-jawabanku atas pertanyaan mahasiswi-mahasiswa Unwahas yang datang bersilaturahmi ke Pastoran JohArt Wurlirang Unika Soegijapranata. Inilah jawaban yang kuberikan dalam dialog tentang spiritualitas dan mistik dalam tradisi Gereja Katolik. Seperti apakah?

Referensi pihak ketiga

Ato, asal Pekalongan, bertanya tentang bagaimana Gereja Katolik mewujudkan spiritualitas sosial. Apakah gereja hanya untuk ibadah atau juga untuk mengelola sosial-ekonomi? Inilah jawabanku.

Dalam tradisi spiritualitas Gereja Katolik, gereja (dengan “g” huruf kecil) sebagai gedung memang terutama hanya untuk beribadah. Maka, gereja disebut tempat beribadah. Sedangkan Gereja (dengan “G” huruf besar) adalah organisme yang dibangun secara organisatoris dengan lima pilar tugas Gereja. Kelima pilar tugas Gereja adalah liturgi (ibadah), diakonia (pelayanan), kerygma (pewartaan), koinonia (persekutuan) dan martyria (kesaksian). Tempat untuk mengaplikasikan spiritualitas sosial ada di diakonia. Bersumber dari liturgi berbuah pada diakonia. Di situlah Gereja mengelola kehidupan sosial-ekonomi umat dan masyarakat.

Referensi pihak ketiga

Aplikasi spiritualitas sosial bagi kesejahteraan dikelola mulai dari tingkat paroki, kevikepan dan keuskupan melalui PSE, pengembangan sosial ekonomi. Spiritualitas personal pada masa Prapaskah misalnya diungkapkan dalam spiritualitas sosial melalui Aksi Puasa Pembangunan (APP).

Dengan demikian, spiritualitas tak melulu bersifat individual-personal, melainkan juga bersifat sosial-karitatif. Spiritualitas individual melalui matiraga, pantang dan puasa selama Masa Prapaskah, misalnya, berbuah pada spiritualitas sosial, kepeduliaan kepada sesama melalui APP itu.

Referensi pihak ketiga

Itulah jawaban spontan yang saya berikan kepada Ato, terkait dengan perwujudan spiritualitas dalam kehidupan bersama. Ada ungkapan spiritualitas, ada pula perwujudan spiritualitas untuk kesejahteraan. Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati.***

JohArt Wurlirang, 6/4/2018

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan dialog dengan mahasiswi-mahasiwa Unwahas tentang Spiritualitas-Mistik dalam tradisi Gereja Katolik (5/4/2018)

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2912343455345723?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.