Inspiration

Terungkap! Ternyata Doa Lima Waktu Juga Ada Dalam Tradisi Spiritualitas Mistik Katolik

Sahabat Peradaban Kasih UC News yang terkasih. Kunjungan silaturahmi Gus Tedi dan para mahasiswi-mahasiswanya dari Unwahas ke pastoranku dalam topik spiritualitas mistik Katolik (Kamis, 5/4/2018) menyingkapkan sesuatu yang barangkali selama ini kurang diketahui atau disadari banyak orang. Terungkap! Ternyata doa lima waktu juga ada dalam tradisi spiritualitas mistik Katolik! Seperti apakah?

Referensi pihak ketiga

Artikel ini kutulis berdasarkan jawabanku atas pertanyaan Mbak Riska tentang ungkapan penghayatan spiritualitas mistik Katolik. Mbak Risa bertanya, “Kenapa orang Katolik hanya ke gereja dan beribadah pada hari Minggu saja; sementara umat Islam menjalankan Ibadat Sholat 5 kali sehari atau Sholat lima waktu?”

Inilah jawabanku saat itu. Mbak Riska yang terkasih, orang Katolik itu memang “modis” hahaha. Mbak Riska dan teman-teman lain tampak kaget, heran dan tidak mengerti atas kalimat pertama jawabanku itu. “Modis” singkatan dari “modal diskon”. Mengapa? Sampai hari ini, doa lima waktu, bahkan tujuh kali sehari masih dihayati dalam spiritualitas mistik Gereja Katolik. Hanya, umat dibebaskan dari kewajiban menjalankan doa itu. Ibarat mendapat diskon, diskonnya mencapai 100%. Umat Katolik tidak wajib menjalankannya alias dibebaskan dari kewajiban itu.

Referensi pihak ketiga

Akan tetapi, doa/ibadat lima waktu wajib dijalankan para imam, biarawan-biarawati. Ada ibadat bacaan, ibadat pagi (Laudes), ibadat siang, ibadat sore (Vesper), dan completa (ibadat penutup). Waktunya kurang lebih sama dengan saat-saat Umat Islam menjalankan Sholat lima waktu. Maka, setiap mendengar kumandang adzan yang indah, saya juga diingatkan untuk menjalankan kewajiban ibadat lima waktu sesuai dengan tradisi spiritualitas mistik Katolik. Itulah yang disebut dengan Ibadat Harian atau sering disebut Ibadat Brevir atau Breviarum Romanum. Waktunya sama,dari subuh hingga malam.

Bahkan, di pertapaan-pertapaan seperti di Rawaseneng dan Gedono, ibadatnya masih tujuh kali. Maka, ibadat lima kali dan bahkan tujuh kali masih dijalankan dalam tradisi spiritualitas mistik Katolik. Masih ditambah Perayaan Ekaristi sebagai sumber dan puncak segala spiritualitas mistik Katolik.

Referensi pihak ketiga

Nah, untuk Perayaan Ekaristi, dalam tradisi Katolik bahkan tidak hanya dilaksanakan pada hari Minggu, melainkan juga setiap hari. Karena itu, selain Misa Mingguan, masih ada Misa Harian. Yang Mingguan bersifat wajib menurut hukum, sementara yang harian bersifat pilihan keutamaan. Umat juga menjalankan doa Angelus atau Regina Coeli sehari tiga kali, maka sering kita dengar ada lonceng berbunyi tiga kali pada pukul 06.00, 12.00 dan 18.00. Doa lima waktu orang Katolik secara simbolik juga dihayati melalui lima peristiwa doa Rosario Suci.

Pada kesempatan itu, saya pun mengusulkan kepada Gus Tedi dan teman-temanku tersebut, barangkali suatu saat, kita perlu membedah secara khusus, bahwa ternyata, dalam tradisi spiritualitas mistik Katolik juga ada doa lima kali sehari. Bahkan, di pertapaan masih dipertahankan doa tujuh kali sehari. Mungkinkah harapan untuk mendalami hal itu terwujud? Tak ada yang mustahil, Suatu saat ya!

Demikian, semoga bermanfaat. Salam peradaban kasih. Terima kasih. Tuhan memberkati.***

Johar Wurlirang, 7/4/2018

Sumber: refleksi pribadi.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1478167114527403?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.