Inspiration

Dahsyat! Menikmati Hidup Damai Dalam Kerahiman Allah Melalui Keheningan Doa Para Pertapa

Sahabat Peradaban Kasih UC News yang terkasih. Saya mendapat kesempatan – seperti biasa dalam beberapa tahun terakhir ini – untuk ambil bagian dalam rangkaian Novena Pertapaan St. Maria Rawaseneng, Temanggung. Misa Novena dilaksanakan pada Hari Minggu 8/4/2018. Dahsyat, dalam kesempatan itu, saya merasakan damai dalam kerahiman Allah melalui keheningan doa bersama para pertapa.

Referensi pihak ketiga

[Hari Sabtu siang (7/4/2018), saya berangkat dari Pastoran JohArt Wurlirang Semarang bersama rekan-rekan Tim Karya Kerasulan Jurnalistik Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan. Setiba di pertapaan, Mas Yosep, petugas resepsionis dan administrasi pertapaan menyambutku dengan ucapan selamat datang. Beliau juga berkomentar, “Tumben datang sore. Biasanya tengah malam atau bahkan dini hari menjelang subuh ibadah pertama!” “Itulah keuntungan saya tidak bertugas di paroki Mas. Hahaha…” jawabku bercanda.]

Setiap kali saya tiba di pertapaan Rawaseneng, Temanggung; saya selalu merasa damai. Para pertapa di Rawaseneng juga hidup damai dalam kerahiman Allah melalui keheningan doa dan karya. Sungguh dahsyat. Bagiku mereka sungguh luar biasa istimewa dalam memberi kesaksian tentang hidup damai dalam kerahiman Allah melalui keheningan doa dan karya.

Referensi pihak ketiga

Hidup sebagai pertapa di zaman now pasti tidak mudah dan semakin penuh tantangan. Namun kehidupan mereka yang damai dalam kerahiman Allah akan selalu menjadi kesaksian bagi dunia. 

Para pertapa setiap hari selalu hidup damai dalam kerahiman Allah melalui keheningan doa mereka. Dari bangun pagi hingga menjelang tidur, hidup mereka dirangkai dengan doa dan keheningan. Mereka sudah bangun pada pukul 03.15. Sepanjang hari dari pukul 03.30 pagi hingga pukul 19.45 mereka menjalankan Ibadah tujuh waktu plus Perayaan Ekaristi dan meditasi. Maka total hidup ibadah mereka sehari sebanyak sembilan ibadah. Itulah sebabnya pertapaan ini sering disebut pertapaan kontemplatif, sedikit bicara banyak berdoa dan bekerja demi hidup damai dalam kerahiman Allah bukan hanya bagi diri sendiri melainkan juga bagi sesama dan semesta dengan segenap isinya.

Referensi pihak ketiga

Kedahsyatan hidup damai dalam kerahiman Allah melalui keheningan doa dan karya saya nikmati bersama mereka sejak tahun 1998, ketika saya mendapat kesempatan mengajar para pertapa muda kala itu. Sesudah itu, secara intensif, saya menikmati retret agung selama satu bulan, tanggal 22 November – 22 Desember 1998. Dahsyat. Selain mengalami sembilan kali ibadah resmi mereka; kala itu, saya mendapat kesempatan menikmati keheningan dalam meditasi 5 kali sehari, masing-masing satu jam utuh, plus 15 menit persiapan di awal dan 15 menit refleksi di akhir. Jadi total lima kali satu setengah jam keheningan. Bayangin!

Salam peradaban kasih. Terima kasih. Tuhan memberkati.***

Pertapaan Rawaseneng, 8/4/2018

Sumber: refleksi pribadi.

Sumber
http://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3003643590912611?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=app_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.