Inspiration

Puji Tuhan! Boleh Berbagi Pengalaman Tentang Dunia Kepada Para Pertapa

Sahabat Peradaban Kasih UC News yang terkasih. Selain menikmati keheningan doa dan damai dalam kerahiman Allah, puji Tuhan, saya boleh berbagi pengalaman tentang dunia kepada para pertapa. Sesudah mengikuti Ibadat Pertama pukul 03.30-05.00, saya membuat beberapa catatan reflektif yang akan kubagikan itu. Inilah catatan itu.

Referensi pihak ketiga

Memang, sehari sebelumnya, Romo Anton OCSO sudah mengirim pesan padaku. “Romo, saya diminta Rm. Abas untuk memohon kesediaan Romo memberi konferensi pagi di komunitas. Jam 06.30-07.15.” Begitulah maka, Minggu (8/4/2018) sesudah Ibadah Pagi (pukul 06.00 – 06.30), Romo Anton OCSO langsung mengajak daku masuk ke ruang konferensi. Romo Abas Gonzaga OCSO mohon ijin dan berpamitan karena ada acara di Pertapaan Putri St. Maria Ratu Damai Gedono.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Saya pun langsung berbagi pengalaman tentang gerakan Gereja Keuskupan Agung Semarang (KAS) yang sedang mengusung srawung untuk mewujudkan perdamaian dan peradaban kasih. Srawung adalah perjumpaan, silaturahmi. Srawung dilakukan di mana saja melibatkan anak-anak, remaja, orang muda, dewasa dan lansia.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Pertama-tama, saya haturkan kepada para pertapa bahwa atas nama Gereja KAS, Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (Kom HAK) KAS belajar hadir melalui strategi ekologis, seni, dan budaya. Untuk itu saya memutar beberapa dokumentasi video gerakan srawung yang sudah terjadi sepanjang tahun 2017. Ada srawung orang muda lintas agama di empat kota. Ada srawung seniman budayawan di empat kota. Keempat kota itu adalah Semarang, Solo, Yogya dan Muntilan. Ada pula gelar budaya di Kabupaten Semarang, Yogya dan Muntilan. Saya bagikan pula video saat Kom HAK KAS menyelenggarakan pameran lukisan dengan tajuk Perdamaian Palestina, Kerukunan kita. Sambil memutar beberapa video saya menerangkan bahwa dalam semua dokumentasi itu Gereja KAS sungguh ingin hadir dan srawung dengan siapa saja. 

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Untuk itu, di akhir sharing pengalaman tersebut, saya memohon doa kepada para pertapa, agar kami yang berada di tengah hiruk-pikuk kehidupan dunia ini, dapat sungguh menghadirkan Gereja Katolik yang srawung, bersilaturahmi, bergaul dan membangun kerja sama sinergis dengan siapa pun secara multikultral. Menurut saya, doa-doa para pertapa sungguh sangat dibutuhkan dalam rangka mewujudkan damai sejahtera di tengah masyarakat.

Itulah beberapa pokok gagasan yang saya sampaikan dalam sesi sharing/konferensi kepada para pertapa di Rawaseneng. Terima kasih kepada para pertapa, atas doa-doa mereka dalam upaya menghadirkan Gereja yang srawung serta mewujudkan perdamaian dan peradaban kasih di tengah dunia. Salam peradaban kasih. Terima kasih. Tuhan memberkati.***

Pertapaan Rawaseneng, 8/4/2018

Sumber: refleksi dan catatan pribadi.

Sumber
http://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2148253925395026?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=app_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.