Inspiration

Istimewa Puji Tuhan! Jadikanlah Rumah Tempat Yang Menginspirasi Dan Memotivasi Perdamaian

Sahabat Peradaban Kasih UC News terkasih. Dalam perspektif rohani, kata rumah selalu penuh dengan inspirasi dan motivasi bagi terwujudnya perdamaian. Ada rumah keluarga, tempat suami-istri, orangtua, dan anak-anak berkumpul; hidup dalam cinta kasih. Ada rumah komunitas tertentu, misalnya biarawan-biarawati. Ada rumah tempat tinggal pastor, maka disebut pastoran. Tiap rumah memiliki inspirasi dan motivasi sendiri-sendiri. Namun yang utama, jadikanlah rumah sebagai tempat yang menginspirasi dan memotivasi bagi terwujudnya perdamaian.

Referensi pihak ketiga – Ilustrasi ini bertuliskan bahasa Italia yang berarti (ke)damai(an) dan rumah atau terjemahan bebasnya menjadi rumah penuh (ke)damai(an)

Rumah merupakan tempat kita hidup dalam kemerdekaan, persahabatan, dan kasih. Demikian pula dengan rumah pastor (= pastoran). Meskipun saat ini saya tinggal sendirian di pastoran (sesekali bersama rekanku, Romo Yudo; lebih sering ditemani monyet-monyet di kebun sebelah pastoran); namun justru pastoranku menjadi rumah yang penuh inspirasi dan motivasi untuk membangun perdamaian. Dari dalam rumah itu, saya merancang, membangun dan mewartakan karya kasih melalui berbagai refleksi yang kutulis tentang perdamaian, kerukunan dan peradaban kasih. Dari rumah yang sama dibangun pula karya bersama siapa saja yang peduli pada perdamaian, kemanusiaan, dan kebudayaan. Di rumah itu, saya menerima para tamu yang membutuhkan doa dan peneguhan. Di rumah itu pula, Tuhan hadir menebarkan kasih persahabatan dan persaudaraan kepada siapa pun yang datang.

Referensi pihak ketiga

Oleh karena itu, tidak ada kalimat lain yang kuserukan ketika pada hari Senin (16/4/2018) saya boleh pulang ke pastoran, sesudah lima hari (Kamis-Senin, 12-16/3/2018) beristirahat di rumah sakit dalam rangka perawatan dan penyembuhan atas ginjalku yang tiba-tiba bermasalah. Kalimat itu adalah: Istimewa Puji Tuhan! Aku boleh kembali pulang ke pastoran (= rumah pastor), Jadikanlah rumah ini tempat yang menginspirasi dan memotivasi bagi perdamaian. Bagaimana pun, rumah merupakan tempat penyembuhan yang paling utama. Mengapa? Justru karena rumah adalah ruang yang penuh berkah, tempat kemerdekaan, persahabatan, kehidupan dan suka duka dialami secara pribadi maupun bersama sesama kita. Hal yang sama berlaku untuk rumah keluarga inti (suami-istri dan anak).

Referensi pihak ketiga

Namun, sekalipun penuh inspirasi dan motivasi untuk membangun perdamaian; rumah di dunia – apa pun namanya – hanyalah rumah sementara. Ada rumah lain yang lebih inspiratif untuk kehidupan perdamaian abadi. Rumah itu kita tempati sesudah kematian kita. Maka, dalam tradisi Kristiani, orang yang meninggal dunia disebut “pulang ke rumah Bapa”. Di sanalah, segala luka disembuhkan, setiap dukacita dihibur, semua dosa diampuni. Rumah itulah yang menjadi rumah impian masa depan, kerinduan setiap insan untuk mengalami kebahagiaan, sukacita, keselamatan dan kedamaian abagi.

Referensi pihak ketiga

Demikian, sekilas refleksi tentang rumah sebagai tempat yang menginspirasi dan memotivasi kita untuk mewujudkan perdamaian. Mari kita jadikan pula rumah kita sebagai rumah penuh perdamaian, persaudaraan, persahabatan, kemerdekaan dan cinta kasih; agar pada saatnya, kita juga boleh masuk ke rumah perdamaian abadi di surga. Salam peradaban kasih. Terima kasih. Tuhan memberkati.***

Pastoran JohArt Wurlirang, 17/4/2018

Sumber: refleksi pribadi

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1906472246384267?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.