Inspiration

Luar Biasa! Inilah Fakta Persahabatan Dalam Keheningan, Doa Dan Keterbukaan

Sahabat Peradaban Kasih UC News yang terkasih. Persahabatan itu bisa terjadi dalam keheningan, doa, dan keterbukaan. Pada hari Rabu (11/4/2018), saya mendapat kesempatan berjumpa dengan seorang sahabat, yang sudah seperti ayahku sendiri. Sekitar dua tahun kami tidak saling berjumpa, sejak beliau sakit. Upayaku untuk menjumpainya pun selalu gagal, karena dokter tidak mengijinkan kami saling berjumpa. Bahkan, anak-anak kandung dan cucunya pun tidak boleh berjumpa, untuk menjaga kesehatannya. Hanya sang istri tercinta saja yang boleh menyertainya.

Referensi pihak ketiga

Karenanya, menjadi suatu anugerah, bahwa di saat saya sudah tidak berharap bahwa kami bisa saling berjumpa lagi, tiba-tiba kami boleh saling berjumpa. Kami pun saling melepas rindu. Beliau banyak berbicara meski kami tidak menangkap maksudnya, sebab kondisi beliau memang tidak memungkinkan berbicara sewajarnya seperti saat masih sehat, pasca-operasi kepala yang pendarahan.

Yang mengangumkan dan sangat inspiratif bagiku adalah ini. Beliau sakit secara fisik, namun secara rohani dan mental beliau sehat walafiat. Beliau berbicara lantang dan lancar, meski kalimat-kalimatnya tidak jelas. Beliau bergerak, berjalan, dan menunjukkan banyak hal, bahkan dari ruang paling bawah hingga paling atas, halaman paling depan hingga halaman paling belakang. Padahal, jaraknya lumayan jauh. Itulah kehebatan beliau, dalam menerima keadaannya. Semangatnya berkobar-kobar, menyediakan makanan dan minuman untuk kami. Dalam keadaan sakit, beliau masih selalu memikirkan orang lain, terutama para petani.

Referensi pihak ketiga

Beliau masih bisa tertawa lepas seperti biasanya, meski saat berbucara, kalimat-kalimatnya tidak jelas. Kami pun turut tertawa meski kami tidak menangkap yang dikatakannya. Sorot matanya berbinar, senyumnya mengembang lebar, tertawanya lepas, walau kadang-kadang diikuti tetesan air mata, oleh sebab keadaannya.

Inilah yang kusebut fakta persahabatan dalam keheningan, doa dan keterbukaan. Beliau bahkan masih ingat banyak hal yang pernah beliau janjikan dua tahun yang lalu, meski tidak bisa mengucapkannya. Justru dalam keheningan, doa dan keterbukaan, maka perlahan-lahan, dengan mengikuti gerak-gerik, raut wajah, dan ucapan-ucapannya yang tidak jelas, kami toh bisa menangkap maksud hatinya. Kadang seperti sedang bermain tebak-tebakan untuk menangkap yang beliau maksudkan.

Referensi pihak ketiga

Tanpa terasa, lebih dari tiga jam kami bersama menikmati fakta persahabatan dalam keheningan, doa dan keterbukaan. Kami pun berpamitan, sebab pasti beliau pun harus kembali ke rumah, pulang dari pabrik tempat kami saling berjumpa, untuk beristirahat. Yang bagiku juga sangat inspiratif dan mengagumkan adalah cara Hendra, putranya, mendampingi, menangkap, mencoba mengerti dan kemudian meneruskan kepada kami. Mereka sama-sama tetap tersenyum dan tertawa dalam kondisi itu. Kadang menertawakan keadaan bahwa kami tidak mencapai titik temu atas maksud yang hendak beliau sampaikan.

Lebih dari segalanya, kami mengalami bahwa Tuhan hadir di antara kami. Tuhan yang mengasihi, yang menyembuhkan kerinduan, dan memberi kelegaan. Maka, perjumpaan pun kami tutup dengan berdoa bersama dalam kegembiraan, kendati masing-masing harus menanggung penderitaan.

Referensi pihak ketiga

Terima kasih Pak Fransiskus Xaverius Prihanto, yang telah mengundang kami datang untuk berbagi suka dan duka dalam persahabatan yang ditandai keheningan, doa dan keterbukaan. Semangat panjenengan dalam keadaan sakit dan berjuang untuk kesejahteraan banyak orang yang bekerja di pabrik panjenengan, sungguh menginspirasi saya untuk tetap bersemangat meski sedang dalam kesulitan yang hebat! Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati.***

JohArt Wurlirang, 11/4/2018

Sumber: refleksi pribadi.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4005769273380306?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.