Inspiration

Awas! Meski Ada Optimisme Dalam Pengharapan, Namun Pengharapan Tidak Sama Dengan Optimisme

Sahabat Peradaban Kasih UC News terkasih. Saat merenungkan makna inspiratif pengharapan yang diterjemahkan dari kata “Hope” dalam bahasa Inggris, kusebut tentang “optimisme” di dalamnya (lihat tz.ucweb.com/4_4cXxH). Namun hati-hati, meski dalam pengharapan ada optimisme, pengharapan tidaklah sama dengan optimisme. Loh, memang apa beda antara pengharapan dan optimisime?

Referensi pihak ketiga

Jelas, pengharapan dan optimisme merupakan dua hal yang sama sekali berbeda. Ada perbedaan yang cukup mendasar antara pengharapan dan optimisme. Pengharapan itu erat terkait dengan iman dan kasih. Di dalam pengharapan terdapat keyakinan iman dan kasih bahwa Tuhan pasti menggenapi janji-Nya bagi kita. Itulah pengharapan. Ada aspek ilahi dan abadi di dalamnya. Pengharapan selalu melekat dalam diri kita saat ini dan yang sedang terjadi. Pengharapan tidak memiliki lawan karena selalu hadir bahkan ketika seolah-olah tidak tampak.

Referensi pihak ketiga

Sedangkan optimisme adalah sikap positif terhadap hal-hal yang berpangkal pada manusia dan bersifat sementara. Optimisme lebih terkait dengan hal-hal yang bersifat duniawi, ekonomi, politik, dan relasi-relasi personal maupun sosial. Optimisme selalu dihubungkan dengan hal-hal yang bersifat praktis di masa depan, di masa yang akan datang. Optimisme mempunyai lawan yakni pesimisme.

Referensi pihak ketiga

Maka dari itu, lebih penting dan inspiratif hidup dalam pengharapan daripada dalam optimisme. Pengharapan menjadi penopang inspiratif peradaban kasih, sedangkan optimisme menjadi warna peradaban kasih. Makanya, yang paling pokok dan terpenting adalah pengharapan. Apalagi pengharapan juga menyentuh aspek-aspek karitatif dalam rangka membantu sesama yang sedang menderita. Pengharapan menginspirasi gerakan solidaritas. Saat orang terlalu optimis, dia bisa menjadi kecewa bila gagal. Sedangkan orang yang berpengharapan, dia tetap kuat dan bersyukur, sebab dalam kegagalan selalu ada campur tangan Tuhan yang meneguhkan.

Demikian, semoga bermanfaat. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

JohArt Wurlirang, 23/4/2018

Sumber: refleksi pribadi.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/721382969266548?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.