Inspiration

Mantap Jiwa! Inspirasi Kerendahan Hati, Kita Hanyalah Pensil Kecil Di Tangan Tuhan

Sahabat Peradaban Kasih UC News terkasih. Menimba inspirasi dari kehidupan Bunda Teresa (Santa Teresa Kalkuta) selalu baru dan menarik. Karya pelayanannya bagi yang termiskin di antara kaum miskin tak hanya mendapat perhatian luar biasa istimewa dari kalayak umum, tetapi juga menginspirasi dan memotivasi banyak orang. Mau tahu, apa kunci rahasia dari semua itu? Inilah jawabannya.

Referensi pihak ketiga

Meskipun ada sangat banyak jawaban yang bisa diberikan; namun, saya sangat terkesan dan terinspirasi oleh satu pernyataan yang beliau sampaikan dalam sambutannya pada suatu hari, 7 Maret 1979, di Roma. Pada kesempatan itu, abdi bagi yang termiskin di antara kaum miskin di Kalkuta, India tersebut berkata begini.

“Seringkali saya merasa hanya seperti sebatang pensil kecil di tangan Tuhan. Ia yang menulis. Ia yang berpikir. Ia yang menggerakkan. Saya hanyalah sebatang pensil kecil.”

Mantap jiwa! Itulah kunci rahasia utama Bunda Teresa dalam pelayanannya bagi yang termiskin di antara kaum miskin. Bahkan karyanya berkembang di semua benua dan banyak negara. Dalam ungkapan itu, bukankah kita menangkap satu inspirasi kerendahan hati? Ya! Pastinya begitu. Itulah yang bagiku merupakan kerendahan hati Bunda Teresa, yang kemudian berbuah menjadi berkah bagi mereka yang menderita, sekarat, sakit, kesepian, dibuang, disingkirkan dan ditinggalkan. Di balik kerendahan hatinya hadirlah Tuhan yang menjadi andalan hidupnya.

Referensi pihak ketiga – tulisan dalam bahasa Italia itu berarti “Seperti Kata Bunda Teresa, Kita hanyalah pensil kecil di tangan Tuhan.

Rasakanlah, betapa di dalam ungkapan itu, inspirasi kerendahan hati tampak begitu luar biasa istimewa. Bunda Teresa tak pernah merasa berjasa atas segala prestasinya. Dengan jasa dan karya yang luar biasa istimewa terhadap kaum kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difafel (KLMTD) itu, Bunda Teresa tetap merendah. Ia tetap tersembunyi. Ia menghidupi kerendahan hati. Namun, justru kerendahan hati itulah yang menginspirasi kita agar kita pun terbuka untuk memberikan pelayanan kepada siapa saja, khususnya mereka yang termiskin di antara kaum miskin. Untuk itu, nggak usah berpikir rumit. Bisa jadi, yang termiskin dari kaum miskin itu adalah orang-orang yang ada di dekat kita, sahabat kita, keluarga kita, orang tua kita, sanak kerabat dan tetangga kita.

Referensi pihak ketiga

Mari kita mulai menjadi berkah bagi mereka dengan segala kerendahan hati kita. Tak usah sombong dan merasa berjasa. Yang terpenting adalah melayani mereka dengan setia dan cinta yang besar. Sekecil apa pun yang kita lakukan, asal dengan setia dan cinta yang besar, akan jadi berkah buat siapa saja!

Demikian, salam peradaban kasih. Terima kasih. Tuhan memberkati.***

Kampus Ungu, 18/4/2018.

Sumber: refleksi opini pribadi terinspirasi sambutan Bunda Teresa di Roma, 7 Maret 1979.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1550947746854612?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.