Inspiration

Dahsyat Inspiratif! Penghayatan Kerukunan Hingga Kematian, Keunikan Lain Desa Pancasila

Sahabat peradaban kasih yang terkasih. Refleksi ini merupakan kelanjutan dari refleksiku sebelumnya dalam artikel yang berjudul “Luar Biasa Inspiratif! Desa Ini Disebut Desa Pancasila, Mengapa? Jawabannya Mengejutkan!” (terbit 2018/04/28 19:54 di tz.ucweb.com/4_4FKx9). Namun, refleksi ini sungguh dahsyat oleh sebab memberi keunikan inspiratif tentang penghayatan kerukunan di Desa Pancasila Balun, Lamongan. Apa keunikan inspiratifnya?

Referensi pihak ketiga

Pertama, penghayatan kerukunan dalam kasih persahabatan di tengah keberagaman tak hanya ditandai oleh bangunan tempat ibadat yang saling berdekatan tetapi juga ada unsur lain. Masjid berada di posisi agak tengah dan berbatasan pagar dengan pura. Lalu bangunan gereja ditandai oleh personifikasi Yesus dalam bentuk semacam patung dalam ukuran manusia yang menghadap ke masjid. Menurutku, ini sangat unik bukan dari sisi fisik melainkan dari sisi rasa religiositas.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Kedua, keunikan desa Pancasila Balun sangat terasa saat kita mencermati makam umum di situ. Di antara makam itu ada simbol-simbol yang mencirikan bahwa sejumlah umat yang beragama Kristen dan Hindu juga dimakamkan di situ. Makam untuk yang beragama Kristen ditandai dengan salib. Makam untuk umat beragama Hindu ditandai dengan ornamen tertentu yang khas. (Lihat dan perhatikan foto kedua dan ketiga artikel ini).

Ketiga, fakta itu menginspirasi tentang penghayatan kerukunan yang dihayati hingga kematian. Itulah pesan inspiratif yang bisa kurwnungkan saat melihat hal itu. Bagiku, ini sangat dahsyat inspiratif. Fakta itu membangkitkan pertanyaan dalam diriku: bagaimana kita bisa menghayati kerukunan dalam keberagaman hingga kematian kita? Inilah tantangan kita bersama di negeri ini.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Demikianlah keunikan inspiratif yang bisa kurenungkan dan kubagikan dalam refleksi ini atas kunjunganku ke Desa Pancasila, Balun, Lamongan (Sabtu, 28/4/2018). Semoga menginspirasi dan memotivasi kita semua dalam mewujudkan peradaban kasih hingga kematian kita dalam sikap hidup rukun, bersaudara, dan dalam semangat kasih persahabatan hingga kematian kita. Terima kasih. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati.***

Lamongan, 29/4/2018.

Sumber: refleksi pribadi.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1815970907056699?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.