Inspiration

Mengasyikkan Inspiratif! Menginspirasi Kaum Muda Lintas Agama Tentang Peradaban Kasih

Sahabat peradaban kasih yang terkasih. Inilah refleksiku atas peristiwa indah dan mengasyikkan bagiku bersama para sahabatku PCNU Lamongan. Acara yang diselenggarakan dalam rangka puncak perayaan harlah PCNU ke-65 serta IPNU dan IPPNU ke-64 Lamongan itu sungguh indah dan mengasyikkan serta inspiratif. Seperti apakah?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr – Saya bersama Gus Syahrul

Pertama,perayaan ini melibatkan diriku sebagai narasumber dengan tema menjaga NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dalam keberagaman yang saling menghormati. Saya hanyalah satu dari tiga narasumber utama lainnya bersama Cak Muhammad Nur Salim dati Lamongan dan Gus Syahrul dai Paciran. Masih ada kawan-kawan lain yang diberi kesempatan berbagi kisah dan semangat kebangsaan yakni Lukas Awi, Daud Yusuf, John Tamrun, dan Pak Syahrir dari Lamongan.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Kedua, pada kesempatan itu, saya berbagi pengalaman dan pandangan tentang merajut kerukunan NKRI dengan warna seni dan musik. Maka saya mengajak para hadirin untuk bernyanyi dan berekspresi sebagai anak-anak bangsa. Tembang-tembang yang sudah mereka hafal kumainkan dengan alunan saksofon, seperti Tamba Ati, Yalal Wathon, dan Kemesraan. Itu cukup memberi suasana kerukunan dalam keberagaman bagi sebagian besar kaum muda lintas agama yang hadir, khususnya dari Islam dan Katolik.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Ketiga, kebetulan, peserta yang hadir adalah warga PCNU, IPNU dan IPPNU sebagai tuan rumah. Sementara itu hadir rombongan orang muda Katolik dari Lamongan dan Algonz Surabaya. Dua komunitas ini sudah menjadi representasi lintasagama di antara orang muda yang mengikuti talk show kebangsaan tentang kerukunan NKRI. Prinsipnya, menjaga NKRI itu berbasis keragaman, toleransi dan peradaban kasih. Peradaban kasih selalu mengutamakan sikap hormat pada kemanusiaan. Kemanusiaan itu satu namun dihayati dalam kebersamaan.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Itu beberapa hal pokok yang kusampaikan kepada rekan-rekan muda lintas agama dalam rangka menjaga NKRI yang berperadaban kasih. Kutegaskan kepada mereka bahwa dalam konteks Gereja Katolik Keuskupan Agung Semarang, kita boleh berpengharapan menuju NKRI yang berperadaban kasih bagi masyarakat yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agamanya di tahun 2035. Maka, ndak usah khawatir bahwa 2030 Indonesia bubar. Gitu girls and guys.***

Lamongan, 29/4/2018.

Sumber: refleksi pribadi.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2281719811285097?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.