Inspiration

Inspiratif! Allah Menolong Hamba-Nya, Dengan Cara Dahsyat Dari Mulut Singa-Singa Itu

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih.Penganiayaan adalah api yang menghanguskan kayu, rumput kering dan jerami namun memurnikan emas, perak dan batu-batu berharga. Penganiayaan menyempurnakan kelemahan dan memantapkan keraguan. Apa pun agama kita, penganiayaan adalah bagian dari iman dan Allah (dengan cara apa pun kita menyebut-Nya) pasti akan menolong hamba-Nya yang teraniaya. Inilah salah satu contohnya.

Referensi pihak ketiga

Dalam tradisi Kristiani, terdapat kisah tentang Daniel. Dalam Kitab Daniel bab 6 dikisahkan, Daniel, hamba Allah itu dianiaya oleh lawan-lawannya. Puncak dari penganiayaan adalah saat Daniel dibuang ke gua singa oleh Raja Darius, akibat provokasi dari lawan-lawannya.

Semalam-malaman Daniel berada dalam satu gua bersama singa. Uniknya, saat melempar Daniel ke gua singa, raja berbicara kepada Daniel, “Allahmu yang kausembah dengan tekun, Dialah kiranya yang melepaskan engkau!” 

Referensi pihak ketiga

Pagi-pagi sekali ketika fajar menyingsing, bangunlah raja dan pergi dengan buru-buru ke gua singa; dan ketika ia sampai dekat gua itu, berserulah ia kepada Daniel dengan suara yang sayu. Berkatalah ia kepada Daniel: “Daniel, hamba Allah yang hidup, Allahmu yang kausembah dengan tekun, telah sanggupkah Ia melepaskan engkau dari singa-singa itu?” Lalu kata Daniel kepada raja: “Ya raja, kekallah hidupmu! Allahku telah mengutus malaikatNya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapanNya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan.” 

Referensi pihak ketiga

Lalu sangat sukacitalah raja dan ia memberi perintah, supaya Daniel ditarik dari dalam gua itu. Maka ditariklah Daniel dari dalam gua itu, dan tidak terdapat luka apa-apa padanya, karena ia percaya kepada Allahnya. (Sumber: Kitab Daniel 6:17-24,27-28)

Referensi pihak ketiga

Bagiku kisah ini amat inspiratif. Itulah contoh dramatis bahwa Allah selalu menolong hamba-Nya yang teraniaya. Karenanya, jangan pernah ragu dengan Allah yang kita imani, apa pun agama dan kepercayaan kita. Allah pasti memberikan yang terbaik kepada kita. Yang penting mari kita jaga sikap saling menghormati dalam keberagaman yang indah sebagai wujud peradaban kasih kita. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati kita.***

JohArt Wurlirang, 2/5/2018.

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Kitab Daniel 6:17-24,27-28.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1748302273828264?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.