Inspiration

Inspiratif! Bermaksud Menggurui Lelaki Tua, Mahasiswa Ini Terdiam Tak Mampu Berkata-Kata

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Ini kisah bagi umat Katolik, yang terjadi lebih dari satu abad yang lalu. Ada seorang mahasiswa yang pongah naik kereta di Perancis. Ia duduk di samping seorang pria tua yang tampak seperti seorang petani berada. Yang unik adalah ini. Mahasiswa itu melihat bahwa pria tua itu sedang mendaraskan manik-manik Rosario dengan jemarinya. Tampaknya pria tua itu sedang berdoa Rosario.

Referensi pihak ketiga

“Tuan, apakah Anda masih percaya hal-hal usang seperti itu?” tanya sang mahasiswa itu dengan nada congkak.

“Ya, bagaimana dengan Anda?” Jawab lelaki tua itu dengan nada bertanya.

Mendengar pertanyaan itu, mahasiswa itu tertawa. Lalu, masih dengan congkak ia berkata, “Saya tidak percaya pada hal-hal bodoh demikian. Ikuti saran saya…. lempar saja rosario ke luar jendela, dan pelajari apa yang dikatakan ilmu pengetahuan tentang hal itu.”

Referensi pihak ketiga

Lelaki tua itu pun menjawab dengan rendah hati dengan air mata berlinang, “Ilmu pengetahuan? Saya tidak mengerti tentang ilmu ini. Mungkin Anda bisa menjelaskan kepada saya?”

Syukurlah, mahasiswa itu masih berperasaan. Memperhatikan bahwa orang itu tampak tersentuh ia tak ingin menyakitinya lebih jauh. Ia pun berkata, “Tolong beri saya alamat Anda. Akan saya kirimkan beberapa literatur untuk menjelaskan hal tersebut kepada Anda.”

Referensi pihak ketiga

Pria tua itu merogoh saku dalam mantelnya, mengeluarkan kartu namanya dan memberikan kepada mahasiswa itu. Nah loh, saat membaca kartu namanya, mahasiswa itu seketika menundukkan kepala dengan malu. Tak sepatah kata pun terucap dari mulutnya. Mengapa? Pada kartu nama itu tertera nama dan identitas lelaki tua itu: “Louis Pasteur, Direktur Institut Penelitian Ilmiah di Paris.” 

Mahasiswa sains yang pongah itu telah tanpa sadar sedang berbicara dengan ahli kimia dan bakteriologi terkemuka di negaranya. Dalam bukunya, “40 Kebiasaan Katolik dan Akar Biblisnya” Scott Hahn menulis, “Kaum intelektual hendaknya sungguh-sungguh berdoa Rosario bersama umat. Tidak satu hari pun layak diabaikan. Louis Pasteur adalah seorang raksasa intelektual zaman modern; meskipun demikian, ia selalu berdoa Rosario seperti seorang anak kecil.”

Referensi pihak ketiga

Dan uniknya, diketahui pula bahwa Louis Pasteur meninggal dengan Rosario di tangannya. Sungguh inspiratif dan luar biasa. 

Dalam tradisi agama-agama ada yang disebut rosario atau tasbih atau tesbeh. Manik-manik itu ada yang pergunakan untuk dzikir (dalam Islam). Dalam tradisi Katolik, itulah yang disebut Rosario. Dengan sarana itulah kita berkanjang dalam doa dan keheningan.

Salam peradaban kasih. Terima kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

JoharT Wurlirang, 9/5/2018.

Sumber: campus.udayton.edu/mary/rosarymarkings12.html; www.newadvent.org/cathen/11536a.htm dan broadcast berantak di medsoa.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2007429335103263?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.