Inspiration

Tak Ada Kasih Lebih Besar Dari Pada Kasih Seorang Yang Memberikan Nyawanya Bagi Sahabatnya

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Kalimat ini inspiratif, indah dan dahsyat! Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Bagaimana bisa?

Referensi pihak ketiga

Pertama, bisa saja donk. Lagian, kalimat itu bukan sembarang kalimat. Menurutku, kalimat itu adalah kata-kata ilahi ber-rahmat. Maka kalimat itu disebut Sabda Ilahi, Firman Tuhan sendiri. 

Kedua, sabda itu disampaikan oleh Yesus kepada para murid-Nya. Sabda itu bukan hanya sekadar kata-kata tapi sudah dihidupi dan dibuktikan secara nyata dalam sejarah kemanusian. Bahkan sejarah kemanusiaan diubah menjadi sejarah keselamatan. Maka, kalimat “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya” tak lagi sekadar kata-kata hampa melainkan telah dibuktikan dengan segala pengorbanan, penyerahan diri hingga kematian yang membawa kehidupan baru.

Referensi pihak ketiga

Ketiga, kalimat itu indah, inspiratif dan dahsyat. Kalimat itu diawali dengan pernyataan dan undangan: “Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu, dan sukacitamu menjadi penuh.” Menurutku, inilah justru yang menjadi sumber inspirasi hidup. Hidup yang ditandai peradaban kasih. Kasih yang bersumber dari kasih Tuhan yang lebih dahulu mengasihi kita bahkan menyerahkan nyawa-Nya bagi kita sahabat-sahabat-Nya. Kasih yang seperti itulah yang membuat kita bahagia, bergembira dan bersukacita.

Terinspirasi oleh kalimat indah dan dahsyat itu, semoga kita pun dimampukan untuk tinggal di dalam kasih-Nya. Dengan demikian, kita pun dimampukan membangun peradaban kasih dengan cara saling mengasihi. Caranya? Jadikan kalimat-kalimat yang terucap dari hatimu sebagai kata-kata ilahi yang ber-rahmat!

Referensi pihak ketiga

Selamat berhari Minggu. Salam peradaban kasih. Terima kasih. Tuhan memberkati kita semua.*** 

JohArt Wurlirang, 6/5/2018.

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Yohanes 15:9-17.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3894746139620350?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.