Inspiration

Bukan Kekhawatiran Melainkan Ketentraman Kedamaian Yang Harusnya Kita Hayati Sehari-hari

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Manusia sering mudah dicekam kekhawatiran, padahal mestinya manusia dipanggil untuk hidup tentram. Ya, seperti inspirasi kearifan lokal ini. Tentrem iku saranane urip aneng donya. Ketenteraman adalah sarana menjalani kehidupan di dunia.

Referensi pihak ketiga

Ketentraman hidup tak ditandai oleh kekhawatiran. Ketentraman hidup itu ditandai oleh sikap percaya bahwa Tuhan yang memberi makan burung-burung di udara dan pakaian keindahan bunga bakung di padang pasti lebih peduli kepada manusia yang diciptakan seturut citraNya. Maka, mengapa kita harus khawatir? Kekhawatiran itu terjadi karena kita hanya memiliki iman yang kecil atau bahkan kurang percaya pada kebaikan Tuhan. Itulah lawan dari ketentraman hidup di dunia.

Referensi pihak ketiga

Biasanya, kekhawatiran kita tentang kebutuhan material dari kehidupan sehari-hari kita membuat kita kehilangan satu hal yang benar-benar diperlukan yakni berjuang untuk kesucian, untuk menegakkan kerajaan Kebaikan dalam kehidupan kita sendiri dan kehidupan orang-orang di sekitar kita. Alih-alih khawatir, biarlah Tuhan membakar hati kita dengan semangat hasrat untuk jiwa agar hidup kita berubah dari khawatir menjadi rendah hati dan percaya! Satu kebajikan yang membantu kita lebih percaya kepada Tuhan dan bertumbuh dalam semangat karya adalah kerendahan hati. 

Referensi pihak ketiga

Ketika kita tumbuh dalam kerendahan hati, kita tidak akan pernah menuntut Tuhan untuk menjelaskan panggilan kita atau penderitaan kita. Berkat kerendahan hati, kita akan selalu melihat kehendak Tuhan yang suci dalam segala hal, dan segalanya, bahkan rasa sakit, menjadi sumur dan sungai sumber damai dan sukacita. Berkat kerendahan hati, kita akan dapat memahami orang-orang dan kesengsaraan mereka dan memberi mereka bantuan. Berkat kerendahan hati, kita tidak akan pernah memendam kebencian, keinginan jahat, dendam, atau pikiran jahat dalam hati kita. Semuanya justru membawa kita kian dekat pada Tuhan. Nah pada saat itulah kita hidup tentram di dunia bahkan di akhirat nantinya.

Salam peradaban kasih. Terima kasih. Tuhan memberkati kita dengan damai sejahtera di mana pun berada.*** 

Malioboro, Jogya, 23/6/2018

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan refleksi harian terpadukan falsafah Jawa.

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/401694748699643?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.