Inspiration

Bila Tak Bisa Menyesuaikan Diri, Tak Usah Menyalahkan Yang Lain Sebab Itu Salahmu Sendiri

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Pitutur luhur mengatakan manjing ajur-ajer. Apa maksudnya?

Referensi pihak ketiga

Manjing ajur-ajer itu salah satu cara untuk srawung. Ini adalah cara menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar kita berada. Hal itu tidak mudah. Namun jangan menyerah!

Kang Mitra baru saja pindah rumah dari satu kawasan kota ke sebuah desa. Dia perhatikan warga sekitar tempat yang baru selalu guyub dan rukun. Tiap hari selalu ada kesempatan untuk saling menyapa karena di desa itu ada kesempatan untuk kumpul di lapangan desa. Ada yang bermain voly ada pula yang hanya nonton sebagai penggembira. Kang Mitra mencermati itu semua dan turut datang meski tak bisa sampai selesai. Dengan cara itu, Kang Mitra belajar manjing ajur-ajer.

Referensi pihak ketiga

Berbeda dengan Lik Mukiya. Dia yang juga warga baru di desa yang sama, tak peduli dengan semua yang terjadi. Buang-buang waktu saja! Kayak orang kurang kerjaan. Begitu pikir dan alasan Lik Mukiya. Dengan cara pikir seperti itu Lik Mukiya tak bisa manjing ajur-ajer.

Sikap manjing ajur-ajer harus ditopang dengan sikap tepa slira. Sikap ini biasa diungkapkan begini. Kalau tidak mau dicubit ya jangan mencubit orang lain. Segala sesuatu yang baik yang kamu harapkan orang lain lakukan bagimu, ya mulailah terlebih dahulu melakukannya. 

Itulah sebabnya, Kang Mitra selalu menyapa ramah siapa saja, dan orang lain pum bersikap ramah padanya. Berbeda dengan Lik Mukiya tak pernah bertegur sapa dengan siapa saja, bahkan kalau disapa baik-baik malah bilang: ndak usah banyal basa-basi ya! Urus dirimu sendiri saja! 

Referensi pihak ketiga

Dibutuhkan sikap tulus dan ikhlas untuk manjing ajur ajer. Nah, kira-kira, kamu seperti Kang Mitra apa Lik Mukiya? Hayo… jawab yang jujur ya… Semoga kita diberi anugerah untuk seperti Kang Mitra maka kita sudah bisa manjing ajur ajer! Terima kasih. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

Goa Maria Kerep Ambarawa, 8/7/2018,

Pada hari HUT ke-22 Imamatku.

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi Pitutur Luhur Budaya Jawa (2017:244)

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3919071193545125?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.