Inspiration

Dahsyatnya Kekuatan Tirakat Bagi Kehidupan Rohani Yang Bermanfaat, Mau Mencoba?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Setiap tirakat (mati raga dan puasa) itu bagian dari askese, yakni upaya hidup prihatin di tengah kehidupan agar kian bersatu dengan Tuhan. Ini dialami melalui cara pandang mata batin. Kearifan lokal falsafa Jawa menyebutnya sebagai laku sesirik pasa lan matiraga amrih memayu hayuning bawana. Bagaimana dan apa manfaatnya?

Referensi pihak ketiga

Setiap agama dan budaya memiliki tradisi bagi umat dan masyarakat untuk berpuasa. Pasa lan sesirik memiliki tempatnya dalam kehidupan dalam rangka kekudusan. Kita berpuasa demi kebaikan alami agar jiwa lebih peka terhadap hal-hal yang supernatural dan spiritual. Pasa lan sesirik itu dilakukan untuk mengolah batin dan membungkam kedagingan agar kita lebih merasa lapar dan haus secara rohani akan Tuhan. Dengannya, kita belajar melawan gangguan demi yang baik dan yang suci. 

Referensi pihak ketiga

Harus dipahami bahwa pasa sesirik dan praktik kesalehan bukanlah tujuan itu sendiri. Orientasi dan tujuan akhir adalah kehidupan spiritual yakni persatuan dengan Tuhan. Itu hanyalah jalan tirakat agar hidup kian menjadi berkat bagi umat dan masyarakat. Ada bahaya kesombongan rohani secara halus dalam diri kita bila askese dan puasa hanya demi kepentingan sendiri. Maka kita harus melihat tujuan akhirnya yakni persatuan dengan Tuhan. Jika latihan rohani tidak menuntun kita untuk menghayati kehendak Tuhan dan kehadiranNya dengan cara yang lebih penuh kasih, maka itu tidak ada gunanya bagi kita.

Referensi pihak ketiga

Tirakat pasa lan sesirik yang kita jalani juga dalam rangkauntuk menyatukan diri dengan mereka yang berkekurangan dan menderita. Ini menjadi penyangkalan diri dan olah batin untuk melakukan kehendak Tuhan dalam kehidupan harian kita serta merupakan partisipasi kita dalam karya keselamatan Tuhan. Semoga kita siap untuk hidup bersatu dengan Tuhan, demi keselamatan jiwa-jiwa melalui tirakat kita.

Demikian, terima kasih. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

JoharT Wurlirang, 7/7/2018

Sumber: refleksi pribadi

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1511314929065464?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.