Inspiration

Dahsyatnya Makna Goleka Banyu Bening Bagi Hidup Kita, Mengapa?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Dalam merenungkan dan memilih bahan kearifan lokal falsafah Jawa, kutemukan ungkapan ini. Goleng banyu bening. Apa arti dan maknanya? Mari kita simak bersama.

Referensi pihak ketiga

Terjemahan harafiah falsafah itu menjadi artinya jua, yakni mencari air yang jernih. Secara simbolik, goleka banyu bening berarti ajakan untuk mencari dan belajar dari guru kehidupan yang baik dan benar. Ini melambangkan upaya mencari kebaikan, kesejahteraan, kebahagiaan dan keselamatan. Siapa yang tidak mau mendapatkannya? Maka, makna dari kearifan lokal pitutur luhur ini terkait dengan tiga hal. Pertama, subyek yang mencari kebaikan. Kedua, upaya mencari kebaikan. Ketiga, kebaikan itu sendiri yang muaranya adalah kebahagiaan, kesejahteraan dan keselamatan.

Referensi pihak ketiga

Dalam konsep kejawen, ada dua hal yang berlawanan terkait dengan ngelmu. Pertama, ngelmu kebaikan yang juga disebut ilmu putih. Kedua, ngelmu keburukan yakni ilmu hitam. Sebenarnya, ini bukan soal klenik atau mistik dalam arti negatif. Ini soal niat hidup setiap orang. Setiap orang yang mencari kebaikan sama dengan orang yang berupaya menggapai ngelmu putih. Lawan dari itu adalah pencari ngelmu hitam. Yang pasti membawa manfaat untuk kebaikan yang ditandai oleh kebahagiaan, kesejahteraan dan keselamatan dunia dan akhirat.

Referensi pihak ketiga

Nah, omong-omong tentang golek banyu bening, saya jadi ingat kisah dan pengalaman waktu masih SMA. Dalam rangka HUT SMA Seminari Mertoyudan ke-75, saya mendapat amanah menjadi Bima (Werkudara) saat memainkan wayang orang berlakon Bima Suci. Dalam lakon itu, Bima Suci diutus untuk mencari Toya Perwita Sari. Itulah Air Kehidupan (=Banyu Bening). Kiranya, setiap orang merindukan mencari dan menemukan Air Kehidupan itu yang menjadi sumber kesegaran, kesucian, kebahagiaan, kesejahteraan dan keselamatan. Maka, permenungan tentang golek banyu bening dan ingatan indah akan pengalaman melakonkan Bima Suci membuatku jadi teringat akan Sang Sabda Kehidupan yang menawarkan Air Kehidupan bagi siapa saja yang datang dan mempercayakan hidupnya kepadaNya (bdk. Yoh 4:14). 

Referensi pihak ketiga

Kini, pitutur luhur kearifan lokal itu mengajak siapa saja untuk mencari air jernih yang melambangkan kebaikan, kebahagiaan, kesejahteraan dan keselamatan. Apa pun agama dan kepercayaan kita, mari kita golek banyu bening. Banyu bening itulah yang akan menyuburkan kehidupan kita, membersihkan dan menyegarkan kita, serta membahagiakan, menyejahterakan dan menyelamatkan kita.

Demikian, semoga bermanfaat. Salam peradaban kasih. Terima kasih. Tuhan memberkati kita semua semua dengan air jernih yang menyegarkan hidup kita bersama.***

JoharT Wurlirang, 3/7/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi Pitutur Luhur Budaya Jawa (2017:134)

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4325795144192000?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.