Inspiration

Dahsyatnya Penghayatan Empat atau Lima Keutamaan Ini, Bila Berhasil, Keren!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Dalam pitutur luhur kearifan lokal, falsafah Jawa ada ungkapan yang disebut catur budi. Apa artinya? Mari kita renungkan.

Referensi pihak ketiga

Pertama-tama harus saya katakan bahwa prinsip catur budi itu bagus untuk introspeksi diri tentang jati diri dan kepribadian kita. Selanjutnya, diharapkan dengan mengenal prinsip catur budi, kita pun berusaha untuk dapat menghayati disposisi kita. Akhirnya, apa pun disposisi kita, baiklah kita bersyukur dan berkembang di dalamnya. Bisa jadi, disposisi itu menjadi proses dinamis hidup kita. Akan menjadi kasampurnaning ngaurip bila keempat-empatnya terpateri dan menjadi jati diri kita, meski untuk sampai pada tahap itu pasti akan menjadi perjuangan seumur hidup kita. (Pada akhir permenungan ini, saya tambahkan satu keutamaan sehingga menjadi lima (panca) budi. Mengapa? Jawabannya ada di akhir permenungan ini.)

Nah, mari sekarang kita simak catur budi itu lebih mendalam lagi. Catur budi adalah empat keutamaan hidup yang mestinya dimiliki oleh setiap umat manusia. Menurut informasi dari Pitutur Luhur Budaya Jawa (2017:72), Yasadipura II dari Surakarta memberikan penjelasan tentang catur budi dalam Serat Sasana Sunu sebagai berikut. Setiap orang harus menempa kepribadiannya dalam empat budi ini. Apa saja?

Referensi pihak ketiga

Pertama, budi priyayi, yakni pribadi yang berwawasan luas, senang dan mengerti kebudayaan, tata krama dan aturan. Kedua, budi santri, yakni pribadi yang berhati bersih, jujur, dan pemaaf. Ketiga, budi petani, yakni pribadi yang tekun, ulet, pekerja keras dan tidak gampang mengeluh. Keempat, budi saudagar yaitu orang yang selalu mempertimbangkan baik buruk, untung rugi suatu tindakan.

Nah, saya menambahkan satu agar menjadi lima. Satu tambahan saya adalah budi pekerti. Dengan tambahan ini, makin lengkaplah kesempurnaan pribadi manusia. Budi pekerti menjadi ekspresi puncak dan implementasi keempat karakter itu dan membuat manusia selalu terarah kepada Sang Pencipta, apa pun sebutannya sesuai agama dan kepercayaan kita. 

Referensi pihak ketiga

Demikian permenungan catur budi plus budi pekerti menjadi panca budi, yang membuat hidup kita semakin sempurna di hadirat Tuhan dan sesama. Keren banget bila ini semua terjadi dalam diri kita. Peradaban kasih pum terwujud dalam hidup kita. Salam peradaban kasih. Terima kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

JoharT Wurlirang, 4/7/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi Pitutur Luhur Budaya Jawa (2017:62-63, 72)

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1711326773498985?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.