Inspiration

Harumnya Berbuat Baik, Bahkan Semerbaknya Seluas Semesta. Bagaimana? Tinggallah PadaNya!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inspirasi kearifan lokal yang satu ini di luar nalar; namun naluri kita mengatakan kebenarannya. Kebaikan itu akan selalu semerbak harum bertaburan dalam hidup manusia di mana pun berada. Harumnya berbuat baik bahkan semerbaknya seluas semesta. Inspirasi ini memotivasi siapa saja untuk berbuat baik selalu, di mana pun, kapan pu. Seperti apakah? Kita simak bersama saja yuk.

Referensi pihak ketiga

Rumusannya begini. Aruming jeneng ngambar-ngambar salumahing bumi. Secara harafiah, kearifan lokal ini berarti nama harum semerbak memenuhi seluruh bumi, alam semesta. Bagaimana hal ini terjadi?

Menurut kearifan lokal, nama harum itu erat terkait dengan perbuatan baik. Asal kita berbuat baik untuk kepentigan bersama dan banyak orang, tak usah diburu pun, nama harum itu akan semerbak dengan sendirinya. Maksudnya, seorang yang berbuat baik dengan tulus ikhlas, jujur dan setia, dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi kehidupan bersama dan banyak orang, otomatis, yang bersangkutan akan dikenal secara luas pula.

Referensi pihak ketiga

Perbuatan baik juga dipahami sebagai kesempurnaan ibadah kita. Setiap kebaikan yang dilakukan adalah bagian dari iman. Bahkan, Sang Guru Kehidupan mengajarkan bahwa perbuatan-perbuatan baik itu merupakan buah pengalaman tinggal dalam kesatuan dengan Tuhan sendiri. Ibaratnya, ranting-ranting pohon anggur itu hanya akan menghasilkan buah yang berlimpah apabila rantingnya nempel pada sang pokok anggur itu. Tuhanlah Sang Pokok Anggur, manusia adalah ranting-rantingnya yang harus selalu tinggal padaNya. Tinggal pada dilakukan sesuai dengan iman masing-masing, apa pun agama dan kepercayaannya.

Aruming jeneng ngambar-ngambar salumahing bumi bukanlah perkara instan sesaat. Itu merupakan buah perjuangan yang panjang seumur hidup manusia, baik di dunia maupun di akhirat nanti. Bahkan, banyak terjadi, nama harum itu baru semerbak sesudah yang bersangkutan meninggal dunia sebab kebaikannya selalu dikenang dan diingat, bahkan dilanjutkan dan diperjuangkan oleh semakin banyak orang.

Referensi pihak ketiga

Demikianlah, semoga bermanfaat. Terima kasih berkenan membaca artikel ini. Semoga bermanfaat. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

Kampus Ungu Unika, 13/7/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi Pitutur Luhur Budaya Jawa (2017:40)

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1804863449424321?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.