Inspiration

Inilah Dua Jenis Makhluk Halus, Turutilah Yang Kedua

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Dalam kenyataannya, semua agama dan kepercayaan, juga peradaban kemanusiaan; diakui adanya dua jenis makhlul halus. Yang seperti apakah? Bikin penasaran ya. Kita simak yuk.

Referensi pihak ketiga

Kenyataan adanya dua jenis makhluk halus itu dirumuskan dalam kearifan lokal jawa dalam kalimat sebagai berikut. Lelembut iku ana rong warna, yakuwi kang nyilakani lan kang mitulungi. Makhluk halus ada dua macam; yang mencelakai dan yang menolong. Nah, bagaimana kearifan lokal ini harus dipahami dan dimegerti?

Dalam pembacaan saya, makhluk halus yang nyilakani itu sama dengan roh-roh jahat dan atau segala daya kuasa yang menghancurkan. Mereka ada untuk mengganggu, merusak dan mencelekai siapa saja dan apa saja di dunia ini. Mereka adalah daya kekuatan tak tampak yang bersifat negatif, destruktif dan melukai bahkan mematikan. Makhluk halus macam ini disebut setan.

Referensi pihak ketiga

Sebaliknya, makhluk halus yang mitulungi adalah roh-roh baik yang membantu dan melindungi serta memberi pertolongan kepada siapa saja dan apa saja seturut kehendak Tuhan. Daya kuasa dan kekuatan itu bersifat positif, konstruktif dan bahkan menyembuhkan. Ia membantu manusia mengalami kesejahteraan. Makhluk halus seperti ini disebut para malaikat pelindung bagi manusia.

Nah, apa maknanya bagi kita? Terhadap makhluk halus yang nyilakani kita harus waspada dan berjaga-jaga. Kita tak perlu takut terhadap mereka. Mereka tak akan mengganggu kota bila kita tak mengusik mereka. Maka, kepada mereka kita bisa bilang: Aku tidak mengganggumu, jangan mengganggu aku. 

Referensi pihak ketiga

Terhadap makhluk halus yang mitulungi kita harus bersikap kooperatif. Jangan tuli terhadap bisikannya. Jangan menutup diri terhadap pertolongannya. Namun semua harus dikembalikan pada penyelenggaraan Tuhan. Untuk itu kita harus memiliki hati yang bersih, jiwa yang jernih, budi bening dan jiwa hening.

Demikian refleksi atas kearifan lokal falsafah JawaLelembut iku ana rong warna, yakuwi kang nyilakani lan kang mitulungi. Lebih dari segalanya, pertolongan kita adalah Allah, Pencipta langit, bumi dan seisinya. Hanya dialah andalan hidup kita. Salam peradaban kasih. Terima kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

Yogyakarta, 29/6/2018

Sumber: refleksi pribadi

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2514724734697312?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.