Inspiration

Kehendak Tuhan Itu Tak Bisa Dilawan, Sikap Menurut Daripada Menuntut, Itu Terpenting!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Sikap hidup beriman yang mengandalkan Allah diungkapkan dalam kearifan lokal ini. Kamu nggak bisa melawan, nggak pula bisa menuntut. Bagaimana rumusan dan pemaknaannya? Yuk kita simak.

Referensi pihak ketiga

Ungkapan dan rumusannya bagus: dilalah kersaning Allah. Menurut rasa pangrasa bahasa saya, sebetulnya lebih tepat ditulis delalah kersaning Allah. Mengapa? Sebab bagiku, delalah itu semacam kerata basa atau jarwo dhosok singkatan dari ngandel marang Allah. Ngandel itu sama dengan percaya kepada dan mengandalkan kekuatan kasih Allah semata.

Referensi pihak ketiga

Karenanya entah dilalah maupun delalah kersaning Allah, semangat dasarnya haruslah tertuju kepada Allah. Kearifan lokal ini dalam konsep falsafah budaya Jawa merupakan ajakan untuk senantiasa berserah kepada Tuhan Allah Yang Maha Esa dan MahanKuasa. Di satu pihak manusia berserah pasrah kepada Allah, di pihak lain manusia berusaha sekuat tenaga untuk mencapai yang terbaik dalam kehidupannya. Bahkan kemudian usaha itu tidak berhasil, sikap yang benar bukanlah lalu mempersalahkan Tuhan. 

Referensi pihak ketiga

Alih-alih mempersalahkan Tuhan, orang Jawa akan mengatakan bahwa usaha yang gagal dan tidak berhasil itu diterima sebagai hal yang belum dikehendaki Tuhan. Mengapa? Karena segala sesuatu di dunia ini melulu adalah kehendakNya. Kehendak Tuhan tidak bisa dilawan, hanya bisa diterima dalam ketaatan. Kehendak Tuhan tak bisa dituntut, maka kita hanya bisa menurut, bukan menuntut.

Ihtiar, doa dan usaha manusia itu penting. Namun tunduk taat kepada Tuhan jauh lebih penting. Saat berada dalam disposisi batin yang demikian, maka kita bisa mengatakan delalah kersaning Allah. Jadi, tak ada yang kebetulan, semua adalah kehendak Tuhan! Semua harus legawa menerimanya dengan ikhlas.

Referensi pihak ketiga

Demikian permenungan ini semoga bermanfaat dan meneguhkan iman kita, apa pun agama dan kepercayaan kita. Okay?! Salam peradaban kasih. Terima kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

JoharT Wurlirang, 3/7/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi Pitutur Luhur Budaya Jawa (2017:97).

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/128000352946784?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.