Inspiration

Menghina Makhluk Halus Pun Dilarang, Apalagi Menghina Manusia, Jangan!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Kita sudah melihat bahwa makhluk halus itu ada dua jenis (lihat di tz.ucweb.com/6_3W2RU). Yang nyilakani (mencelakai) dan mitulungi (menolong). Nah, sekarang mari kita lihat hubungan antara makhluk halus dengan makhluk wadag yang kelihatan. Seperti apa ya? Kita simak yuk.

Referensi pihak ketiga

Dikatakan dalam kearifan lokal Jawa bahwa titah alus lan titah kasat mata iku kabeh saka Pangeran, mula aja nyembah titah alus nanging aja ngina titah alus. Artinya, makhluk halus dan makhluk kasar/wadag semuanya berasal dari tuhan, maka dari itu jangan menyembah makhluk halus, namun juga jangan menghina makluk halus.

Kita manusia yang masih hidup di dunia ini termasuk dalam kategori makhluk wadag. Nah, sebagai manusia kita ada bersama dengan makhluk yang tak kelihatan itu di jalan masing-masing. Sebagai manusia yang diciptakan secitra dengan Tuhan, manusia dilarang keras menyembah makhluk halus loh. Hukumnya haram tuh! Tak ada yang boleh disembah selain Tuhan sendiri.

Referensi pihak ketiga

Kecuali itu, meski makhluk itu derajatnya di bawah manusia, tapi kita tidak boleh menghina mereka. Bahaya tuh! Nah yang menurutku lebih penting adalah ini. Sedangkan makhluk halus yang tak kelihatan saja tidak boleh kita hina, apalagi sesama manusia. So, antar sesama manusia harus saling menghormati, tidak boleh saling hina satu sama lain. Ini jauh lebih berbahaya. Mengapa?

Ingat girls and guys, ada makhluk halus yang mitulungi, yakni para malaikat yang menjaga manusia. Makanya, hati-hati tuh, kalau kita menghina sesama kita, bisa-bisa para malaikat itu tidak terima dan kita sendiri yang harus menanggung akibatnya. Jadi, mari kita tidak menghina makhluk lain baik yang kelihatan maupun yang tak kelihatan agar hidup kita selalu diberkati Tuhan.

Referensi pihak ketiga

Demikian, semoga refleksi spontan ini bermanfaat. Salam peradaban kasih. Terima kasih sudah membaca refleksi ini. Tuhan mem0berkati kita semua.***

JoharT Wurlirang, 30/6/2018

Sumber: refleksi pribadi

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3549428596455265?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.