Inspiration

Indahnya Mengasihi Tuhan, Meski Tak Pernah Memandang WajahNya; Mengapa? Ini Jawabannya!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Kiai Semar dalam kearifan lokal falsafah Jawa mengingatkan siapa saja dengan berkata: Yen mung rupa gawe atimu tresna, banjur kepriye anggonmu tresna marang Gusti sing tanpa rupa? Sangat mendalam maknanya. Kita simak yuk penjelasannya.

Referensi pihak ketiga

Benar sekali bahwa tak seorang pun manusia pernah melihat wajah Tuhan Yang Maha Esa, entah dengan cara apa pun disebut dan disembah, sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Karenanya, manusia tidak boleh lantas terjebak pada gambaran-gambaran manusiawi tentang Tuhan. Gambaran-gambaran itu hanya untuk membantu agar manusia dapat kian mengalami kedekatan dengan Tuhan.

Namun demikian, memandang wajah Tuhan yang hadir dalam setiap peristiwa dan pribadi sesama sungguhlah indah! Kalau manusia tak bisa saling mengasihi di antara sesama manusia, bagaimana mungkin manusia bisa mengasihi Tuhan yang tak pernah dilihatnya? Adalah bohong dan bahkan berdosa, bila manusia mengatakan mengasihi Tuhan yang tak pernah dilihat wajahNya, tetapi ia membenci sesama yang bisa dilihat dan dijumpai dari dekat. Begitulah nasihat bijaksana ini bisa menjadi kesimpulan berbanding terbalik dari pitutur luhur Mbah Semar yang mengatakan Yen mung rupa gawe atimu tresna, banjur kepriye anggonmu tresna marang Gusti sing tanpa rupa?

Karenanya, jangan mudah terbuai wajah yang indah. Yang terpenting bagaimana menata hati, jiwa, batin dan hidup kita untuk terpesona pada wajah Tuhan yang memberikan kedamaian, ketenangan, dan kesejahteraan. Dan untuk bisa mengalaminya, maka, terus-menerus manusia harus membangun pertobatan sebab pertobatan akan menimbulkan keinginan yang kuat akan Tuhan, rasa syukur yang mendalam, dan tumbuhnya kesadaran diri yang memperbesar kebebasan kita untuk mengasihi Tuhan. Di sinilah, manusia mengalami betapa indahnya mengasihi Tuhan, meski tak pernah memandang wajahNya!

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih berkenan membaca tulisan ini. Bila bermanfaat bagimu, terima kasih pula berkenan membagikannya kepada para sahabat, sanak dan kerabat. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati kita semua dengan kerahiman dan kasihNya.***

JoharT Wurlirang, 17/7/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi meme pertama yang menjadi ilustrasi artikel ini dan Mencari Tuhan dalam Segala (2013:49)

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3809946157027021?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.