Inspiration

Inilah Inspirasi Kemurahan Hati, Di Mana Harta Di Situlah Hati Sebab Melik Nggendhong Lali

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Hati-hati dengan harta kekakayaan. Pitutur luhur kearifan lokal falsafah Jawa sudah mengingatkan neh. Ada yang tahu bagaimana rumusannya?

Referensi pihak ketiga

Benar sekali. Melik nggendhong lali. Pitutur luhur ini memiliki dua makna namun dalam satu pesan dasar. Jangan serakah. Itu pesan dasarnya. Nah, maknanya ada dua.

Pertama, melik nggendong lali bisa berupa sikap serakah seseorang yang sedang mendapatkan titipan dan kepercayaan. Contohnya, seseorang yang kaya di suatu kampung, sebelum ia bepergian jauh selama beberapa hari, dititipkanlah sejumlah harta miliknya (misalnya kendaraan) kepada tetangganya yang sudah dikenal baik. Dari pada nganggur, biarlah kendaraan itu dipergunakan selama ia bepergian sehingga bermanfaat. Namun apa yang terjadi, ternyata kendaraan itu justru dibawa kabur dan tak dikembalikan. Nah, yang membawa kabur kendaraan itu disebut melik nggendong lali. Ia terjerat hasrat memiliki harta yang bukan miliknya!

Referensi pihak ketiga

Kedua, melik nggendhong lali juga berarti harta kekayaan membuaylt orang lupa diri. Ia menjadi pelit bahkan serakah dan lupa diri sehingga tak mau mengembangkan semangat berbagi. Ia lupa bahwa harta miliknya adalah amanah dan berkah dari Allah. Tapi justru itu membuat dirinya menjadi serakah. Bahkan, sudah serakah masih berlaku korup sebab ia tak merasa puas dengan harta yang ada.

Awas! Melik nggendhong lali. Di mana hartamu di situlah hatimu. Karenanya, jadikan harta sebagai sarana untuk berkarya. Buatlah harta sebagai jalan masuk surga. Karena itu, kembangkan semangat berbagi. Persis itulah yang disebut kemurahan hati!

Referensi pihak ketiga

Sudah tahu kan sekarang makna melik nggendhong lali. Kalau sudah tahu, berapa pun harta yang dianugerahkan Tuhan kepada kita, mari kita gunakan sebagai jalan masuk surga, demi pelayanan dan kemurahan hati. Halo? Berani melakukannya? Yuk kita coba selagi bisa!

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

JoharT Wurlirang, 16/7/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi Pitutur Adi Luhur (2009:293-294)

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1395287914812510?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.