Inspiration

Pentingnya Bersikap Lepas Bebas, Daripada Jiwa Terus Terluka, Bagaimana?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Ada kearifan lokal Jawa yang secara spiritual memiliki makna yang sangat mendalam. Sikap itu secara spiritual teologis disebut sikap lepas bebas. Bagaimana falsafah Jawa mengajarkannya? Kita simak saja ya.

Referensi pihak ketiga

Lila legawa. Begitu inspirasi kearifan lokal Jawanya. Lila sama dengan rila atau rela. Legawa berarti lepas bebas. Apa maknanya?

Orang yang lila legawa adalah yang diberi anugerah hati yang merdeka. Ia bersikap lepas bebas. Hidupnya tak terbebani oleh apa pun dan siapa pun, kecuali hanya oleh Tuhan semata.

Referensi pihak ketiga

Sikap lila legawa membuat siapa saja bersikap ikhlas. Ia selalu bersyukur dan bergembira dalam dan karena Tuhan. Ia tak mudah menyalahkan siapa pun tak pula tergantung dari apa pun. Segala hal yang terjadi dipandang dan dihayati sebagai penyelenggaraan Tuhan.

Referensi pihak ketiga

Referensi pihak ketiga

Meminjam inspirasi dan motivasi St. Ignatius Loyola sikap lepas bebas diungkapkan demikian. Saya kutipkan teksnya.

“Manusia diciptakan untuk memuji, menghormati, dan melayani Tuhan, dan dengan demikian ia memperoleh keselamatan jiwanya. Segala sesuatu yang lain di dunia diciptakan untuk manusia dan bahwa mereka dapat membantunya untuk mencapai tujuan akhir yang untuknya manusia diciptakan. Dari sini, artinya, manusia harus mempergunakan hal-hal duniawi tersebut asalkan hal-hal tersebut dapat membantunya mencapai tujuan akhir-nya, dan ia harus membuang hal-hal tersebut sejauh itu menghalanginya untuk mencapai tujuan akhir. Untuk ini, adalah penting untuk membuat diri kita tidak terikat kepada semua hal yang diciptakan, di dalam segala sesuatu yang diperbolehkan menjadi pilihan bebas kita dan yang tidak dilarang; sehingga di pihak kita, kita tidak menginginkan kesehatan daripada penyakit, kekayaan daripada kemiskinan, penghormatan daripada penghinaan, umur panjang daripada umur pendek, sehingga di dalam segala sesuatu, hanya menginginkan dan memilih apa yang paling kondusif bagi kita untuk mencapai tujuan akhir yang untuknya kita diciptakan.” (Latihan Rohani 23)

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

JoharT Wurlirang, 15/7/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi Pitutur Adi Luhur (2009:272-273) dan Latihan Rohani 23

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/108085215294633?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.