Inspiration

Pentingnya Menabur Benih Srawung Agar Panen Persaudaraan

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Manusia hidup tidak bisa sendirian. Manusia ada dalam kebersamaan dan merajut jalinan kerja sama apa pun panggilan hidup setiap orang. Maka kearifan lokal Jawa mengatakan ndandur srawung. Apa maknanya?

Referensi pihak ketiga

Nandur srawung secara harafiah berarti menawan perjumpaan. Perjumpaan yang baik berbuah kebaikan pula. Siapa pun yang menanam srawunh laksana menanam kebaikan dalam perjumpaan dan akan melahirkan persaudaraan. Mengapa?

Referensi pihak ketiga

Inilah jawabannya. Menabur benih srawung itu laksana menabur bibit benih kebaikan dalam semangat keterbukaan pada siapa saja. Itulah pentingnya srawung. Srawung itu laksana membangun jembatan untuk bisa saling berjumpa. Bukan membangun tembok yang saling memisahkan. Sikap itu harus ditanamkan dalam pikiran. Maka srawung sejak dalam pikiran. Artinya?

Referensi pihak ketiga

Sejak usia dini srawung harus sudah ditanamkan dalam hati. Srawung dimulai dari pikiran melalui paradigma positif tentang sesama. Saat perjumpaan dalam srawung sudah dimulai sejak dalam pikiran, mau tidak mau, dari pikiran meluber ke tindakan. Dengan demikian, srawung menjadi orientasi dan komitmen yang terus diperjuangkan.

Begitulah refleksi spontan ini. Semoga bermanfaat. Terima kasih. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

JoharT Wurlirang, 18/7/2018

Sumber: refleksi pribadi spontan

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/220673846563382?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.