Inspiration

Dahsyatnya Ucapan Janji yang Harus Ditepati; Janganlah Diingkari!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Kearifan lokal yang satu ini selalu relevan dan signifikan dalam konteks kehidupan manusia. Terutama inspirasi kearifan lokal ini memotivasi siapa saja untuk setia pada janji yang diucapkannya, terlebih bila yang mengucapkan itu adalah sosok pemimpin dan berjanji bagi rakyatnya. Bagaimanakah?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Sabda pandhita ratu, datan kena wola-wali. Begitulah selengkapnya rumusan kearifan lokal falsafah Jawa ini. Pertama-tama, falsafah ini memang ditujukan kepada para pemimpin. Para pemimpin boleh berjanji apa saja kepada rakyatnya, terutama terkait dengan kesejahteraan, keadilan, keamanan, kerukunan, dan kedamaian. Itu harus dan sudah sewajarnya.

Akan tetapi, betapa mudahnya, mereka yang berjanji itu hanya manis di bibir lain di hati. Janji-janji tinggal janji, sesudah kekuasaan diraihnya, maka dilupakan janjinya, dibiarkan rakyatnya terlunta-lunta dalam rasa kecewa. Ini sudah sering terjadi dalam konstelasi kekuasaan, entah itu di tingkat eksekutif maupun legislatif. Saat berkampanye, wow, janjinya setinggi langit. Namun, sangking tingginya janji itu hingga lenyap tertelan langit, atau mungkin kesampluk pesawat terbang hingga tak lagi bisa didaratkan bagi rakyatnya. Yang berjanji pun lupa dan membiarkan janjinya tak ditepati.

Referensi pihak ketiga

Sabda pandita ratu, datan kena wola-wali! Setiap janji adalah ucapan yang harus ditepati. Sekali terucap, sudah tertancap, tak bisa dihisap! Haruslah janji itu diwujudkan. Di masa lalu, sabda pandita ratu menjadi pegangan, sebab sekali diucapkan, sanga pengucap (ratu) pasti bertanggungjawab dan mewujudkan janji itu bagi rakyatnya.

Begitulah makna sabda pandita ratu, datan kena wola-wali. Semoga menjadi pengingat dan penanda para pemimpin untuk mewujudkan janji mereka bagi rakyatnya. Lupa atau sengaja lupa akan janji akan menjadi petaka bagi diri sendiri. Mungkin rakyat sudah kebal, oleh sebab sudah sering ditipu oleh janji palsu! Namun, bagi yang berjanji, waspadalah dan ingatlah! Sabda pandhita ratu, datan kena wola-wali. Wujudkanlah sebaik-baiknya!

Referensi pihak ketiga

Itu menurut penafsiranku. Bagaimana dengan penafsiranmu, Sobat? Terima kasih. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

JohArt Wurlirang, 2/8/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi Pitutur Luhur Budaya Jawa (2017:358)

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/150735210117495?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.