Inspiration

Inilah Indahnya Indera Keenam, Bukan untuk Keburukan Tapi Kebaikan; Jangan Disalahgunakan!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Di masa lalu dan masih juga di masa kini. Ada pribadi-pribadi tertentu yang dianugerahi karunia weruh sadurunge winarah. Mereka ini bisa melihat sebelum diberitahukan. Mereka mampu menangkap tanda-tanda zaman dan tanda-tanda zaman yang ditangkap itu dinyatakan dan terjadilah!

Referensi pihak ketiga

Bagaimana hal ini bisa terjadi? Dengan cara apa mereka mampu melihat dan menangkap tanda-tanda zaman? Pertama, orang yang bisa weruh sadurunge winarah tentu tak melulu menggunakan kesadaran batin hanya dengan panca inderanya. Kita tahu, pada umumnya manusia memiliki panca indera. Mata untuk melihat. Telinga untuk mendengar. Hidung untuk mengaroma. Tangan dan kaki untuk meraba dan bergerak. Rasa-petasan dari hati untuk merasakan. Ada penglihatan, pendengaran, penciuman, perabaan dan perasaan.

Kedua, semua indera itu itu adalah anugerah Tuhan. Tuhan mengaruniakan panca indera untuk sarana hidup mewujudkan kebaikan, kebenaran, kedamaian, kerukunan dan kesejahteraan. Kelima hal itu tak hanya bersifat fisik inderawi melainkan juga spiritual rohani. Tentu, kita juga mengenal ada orang tertentu yang mengalami tiada berfungsinya salah satu atau lebih dari kelima indera itu. Namun tak berarti bahwa mereka tak mengalami kebaikan, kebenaran, kedamaian, kerukunan dan kesejahteraan bahkan baik secara fisik maupun spiritual. Kerapkali justru mereka mengalami hal-hal yang lebih baik, lebih benar, lebih damai, lebih rukun dan sejahtera dibandingkan dengan manusia normal. Mengapa? Jawabannya ada di nomor tiga.

Referensi pihak ketiga

Ketiga, ada orang-orang yang dianugerahi indera keenam. Maka, kendati barangkali kelima atau salah satu dari lima inderanya mengalami keterbatasan, namun ia mampu melihat, mendengar, mengaroma, meraba dan merasakan dengan indera keenamnya. Dan itu ada di kedalaman batin dan jiwanya. Maka, jangan pernah meremehkan mereka! Mereka diberi rahmat kemampuan menolong dan membantu sesamanya. Tentu saja, ada orang-orang yang panca inderawinya normal, tetapi sekaligus pula dianugerahi betkat memiliki indera keenam. Mereka mampu melihat yang tak dilihat, mendengar yang tak didengar, mengaroma yang orang lain tak bisa mencium atomanya, meraba yang tak bisa diraba dan merasakan yang orang lain tak bisa merasakannya. Dan semua itu adalah karunia. Maka siapa saja yang mendapatkannya dipanggil dan diutus untuk menolong sesamanya demi kebaikan, kebenaran, kedamaian, kerukunan dan kesejahteraan bersama. Landasannya adalah kasih bukan kebencian. Tujuannya kebaikan bukan kejahatan.

Referensi pihak ketiga

Begitulah karunia ini akan mewujudkan peradaban kasih bagi masyarakat yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agama dan kepercayaannya. Terima kasih. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

JoharT Wurlirang, 31/7/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi Pitutur Adi Luhur (2009: 441-442)

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/523453231097297?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.