Inspiration

Inspirasi Bertransformasi! Bagaimana Berkarya Baik di Tengah Kejahatan? Sadar & Bangunlah!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inspirasi kearifan lokal falsafah Jawa ini menarik untuk membingkai permenunganku. Becik ketitik ala ketara, bener ketenger. Yang baik akan tetap baik, yang jahat akan tampak, kebenaran akan terwartakan. Inspirasi kearifan lokal ini kurenungkan sebagai salah satu karyawan sekaligus untuk persiapan renungan bersama sivitas akademika Universitas Soegijapranata Semarang dalam rangka Misa Dies Natalis ke-36 di pusara makam Mgr. Albertus Soegijapranata di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal Semarang (Selasa, 31/7/2018). Seperti apakah? Terima kasih berkenan membacanya.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Sepanjang tahun ajaran 2017-2018, Universitas Katolik Soegijapranata membingkai karya dengan tema transformasi inspiratif. Pergumulan dalam semangat transformasi inspirarif itu ibarat Sabda dalam Injil yang dibacakan pada hari ini, pada Peringatan Wajib St. Ignatius Loyola. Agar bisa mengalami transformasi inspiratif, orang harus bangun dari tidur rohaninya dan mengalami pencerahan oleh Roh Kudus sehingga ia bisa membedakan yang jahat dan yang baik lalu bertumbuh menjadi pribadi yang berbuah berlimpah! Transformasi inspiratif itu ada dalam karya nyata bukan dalam khayalan mimpi. Inilah gambaran perjuangan menghayati transformasi inspiratif itu. 

Adalah seseorang yang sedang bernasib malang. Ia lapar, haus dan letih sesudah sepanjang hari mengalami kemalangannya. Dalam keadaan seperti itu ia tidur di jembatan Sungai Kaligarang Tinjomoyo. Sementara tertidur pulas dalam kemalangannya, tiba-tiba seorang wanita cantik datang, membangunkannya dan berkata, “Kawanku yang malang. Bagaimana mungkin di malam seperti ini kamu tidur di sini dengan cara seperti ini?” 

Terkejut atas kedatangan wanita cantik itu, orang yang malang itu hanya bisa berkata, “Ya.. ya.. ya… Begitulah nasibku!” Wanita itu pun berkata, “Saya tak akan membiarkan kamu tidur seperti itu. Ayo ke rumahku dan silahkan tidur di rumahku yang nyaman. Pasti kamu juga belum makan, bukan?”

Begitulah, karena wanita muda cantik itu terus mendesaknya, maka orang yang malang itu pun menerima tawarannya. Mereka pergi meninggalkan jembatan Tinjomoyo menuju rumah mewah milik wanita itu di kawasan perumahan mewah antaberantah. Para pelayan menyambut wanita dan orang itu. Wanita itu bilang kepada salah satu pelayannya, “Toms, tolong urus temanku ini. Layani dia sebaik mungkin, jamu dia dan sesudah itu biarkan dia tidur di ruang tamu rumah ini.”

Referensi pihak ketiga

Wanita muda itu pun segera mengenakan baju tidurnya dan bersiap untuk istirahat. Namun dia ingat akan orang yang malang itu. Ia pun melangkah pelahan menuju ruang tamu tempat orang itu tidur untuk melihat keadaannya. Dengan lembut diketuknya pintu kamar tamu itu. Ia buka pintunya yang tak terkunci dan melihat bahwa orang itu masih terjaga. Kata wanita itu selembut bidadari, “Bagaimana kawan? Ada masalah? Kok belum tidur? Bagaimana dengan hidangan yang disediakan pelayanku?”

“Oh, semuanya baik-baik saja Nona,” jawabnya sedikit gugup melihat wanita itu masuk ke kamar tamu tempat ia tidur. “Belum pernah saya dilayani semewah itu dan makan seenak itu. Juga berbaring di tempat tidur semewah ini. Semua tampaknya indah, hangat dan luar biasa!” Kata orang itu lagi.

Dan wanita itu pun berkata, “Mungkin kamu butuh seseorang untuk menemani tidurmu agar lebih indah dan hangat? Maaf, kalau begitu, bergeserlah sedikit, biarlah saya berbaring di sampingmu…” Wanita itu mendekat dan orang yang malang itu bergerak, bergeser…, hingga tubuhnya terjatuh. Ia terjatuh meluncur ke dalam sungai Kaligarang Tinjomoyo. Tubuhnya tak hanya basah kuyup tetapi juga memar terbentur bebatuan sungai Kaligarang area Tinjomoyo. 

Dan seketika, dia pun terbangun dari mimpinya. Sebab semua kemewahan dan keindahan perjumpaan dengan wanita itu hanyalah mimpi yang nyatanya membuat tubuhnya tak hanya basah kuyup tetapi juga babak belur. Masih beruntung, sungai Kaligarang tak sedang banjir hingga membuat dirinya terbawa hanyut ke laut!

Referensi pihak ketiga

Itulah transformasi inspiratif dalam perspektif Injil hari ini! Dalam perspektif kearifan lokal Jawa bisa dikatakan: becik ketitik ala ketara, bener ketenger. Yang baik akan tetap baik, yang jahat akan terlihat, kebenaran pun dikenang dan diwartakan!

Siapa pun harus bangun dari mimpi dan khayalan untuk maju dalam karya dan kenyataan demi kebaikan bukan kejahatan. Semoga tak seorang pun di antara kita mengalami nasib seperti orang yang malang itu. Tetap bangun dalam transformasi inspiratif dalam partisipasi sinergis dengan semua pihak membawa kemajuan dalam karya pelayanan kita. Kejahatan akan selalu ada di antara kita, namun jangan kalah sebab dengan segala upaya kita bersama Tuhan, pastilah kebaikan akan menang.

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

JoharT Wurlirang, 31/7/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi Mateus 13:36-43 dan kisah yang disampaikan Anthony de Mello, SJ dalam Awareness (1998:63-65)

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/249474433504860?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.