Inspiration

Junjunglah Tinggi Kenangan Baik, Kuburlah Kenangan Buruk, Warisilah Semangat Perjuangan!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Kearifan lokal falsafah Jawa yang satu ini kami wujudkan dalam rangka mengenang wafat Mgr. Albertus Soegijapranata, salah Pahlawan Nasional negeri ini. Beliau wafat di Steyl, Tegelen, Belanda, 22 Juli 1963. Mengenang wafatnya, dua hal kami buat.

Referensi pihak ketiga

Pertama, kami selenggarakan Misa Syukur di Kapel St. Ignatius Unika Soegijapranata, pukul 12.00-12.30 WIB. Dalam Misa Syukur tersebut, kami kenangkan spirit Mgr. Albertus Soegijapranata “100% Katolik, 100% Indonesia”. Inilah inspirasi dan motivasi hidup religius, dan nasionalis. Nasihat itu memang ditujukan bagi yang beragama Katolik. Bagi siapa saja, motivasi yang sama bisa dikembang menjadi “100% religius, 100% nasionalis”, apa pun agamanya. Spirit yang diserukan oleh Mgr. Albertus Seogijapranata tersebut senada dengan konsep “Hubbul wathon minal iman” yang diserukan oleh KH Hasyim Asy’ari, yang juga merupakan Pahlawan Nasional kita.

Referensi pihak ketiga – KH Hasyim Asy’ari

Kedua, sesudah Misa Syukur, bersama rekan-rekan The Soegijapranata Institute, kami meluncur menuju Taman Makam Pahlawan, tempat Mgr. Albertus Seogijapranata dimakamkan. Kami berlima, yakni Thomas Budi, Theodorus Sudimin, Ignatius Dadut, Oct Oki Digdo Hartomo dan saya, diantara Pak Sondah (driver Unika) menuju makam untuk menaburkan bunga dan berdoa ngalap berkah.

Referensi pihak ketiga – Mgr. Albertus Soegijapranata

Dengan dua cara sederhana itulah, kami hayati kearifan lokal falsafah Jawa mikul dhuwul, mendhem jero, yang menjunjung tinggi segala kenangan yang baik, dan mengubur dalam-dalam hal-hal yang buruk dari pribadi yang kita kenangkan kematiannya. Dengan cara itu, siapa saja berniat untuk mewarisi hal-hal baik yang diwariskannya. Karena Mgr. Albertus Soegijapranata adalah Pahlawan Nasional, maka, semangat perjuangannya layak pula diwarisi dalam menjaga keutuhan bangsa. Di pusara makamnya tertulis: Mgr. Albertus Seogijapranata SJ, Uskup Agung Metropolit Semarang, Vikaris Angkatan Perang Indonesia.

Referensi pihak ketiga – Bersama The Soegijapranata Institute nyekar di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal Semarang (23/7/2018)

Banyak hal bisa diwarisi dari semangat perjuangan Mgr. Albertus Soegijapranata. Antara lain, kecintaannya pada negeri ini, solidaritasnya pada Bung Karno di masa perang kemerdekaan, dan upayanya untuk selalu menghidupi Pancasila. Salah satu ungkapan solidaritas kebangsaan terjadi, saat pada tanggal 13 Februari 1947, Mgr. Albertus Seogijapranata yang ber-“istana Uskup” di Semarang, pindah ke Yogyakarta karena Bung Karno memindahkan pusat pemerintahannya ke Yogyakarta di masa perang kemerdekaan kala itu. Tampaknya sepela, hanya pindah tempat dari Semarang ke Yogyakarta, namun di balik hal sepele itu ada yang disebut solidaritas kebangsaan demi membangun partisipasi sinergis hidup berbangsa dan bernegara di masa revolusi.

Demikian, kearifan lokal mikul dhuwur mendhem jero kami coba hayati sebagai inspirasi dan motivasi mengenang wafat Mgr. Albertus Soegijapranata. Siapa saja bisa menggunakan falsafah ini sebagai inspirasi dan motivasi untuk menghormati sanak-kerabat yang telah wafat. Junjunglah tinggi kenangan baik, kuburlah kenangan buruk, warisilah semangat perjuangan hidup mereka! Semoga bermanfaat. Terima kasih. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

Kampus Ungu Unika Soegijapranata, 23/7/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi gambar-gambar motivasi dalam artikel ini

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2191413050078088?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.