Inspiration

indah dan Dahsyatnya Semangat Juang Kebangsaan! Rambate Rata Hayu!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Dalam bahasa Jawa ada tembang yang konon berjudul “Lagon Semangat Juang 45”. Konon juga, lirik lagu itu digubah oleh Ir. Soekarno, Presiden RI Pertama dan Proklamator kita, lalu musiknya dikerjakan oleh Ki Nartosabdo, dalang kondang pada masanya dan sekarang namanya masih melegenda dalam dunia pewayangan.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Beginilah syair lagunya. Mari kita simak bersama. Syairnya sangat relevan untuk mengenang dan mensyukuri kejayaan kemerdekaan bangsa kita.

“Galo kae genderane kumlebet angawe-awe/ Abang Putih sang Dwiwarna iku lambang sejatine/ Negara kita wus merdika, Kang adhedhasar Pancasila/ Dumadi kalaning tanggal, Pitulas Agustus sasine/ Nuju taun sewu sangangatus patang puluh lima// Rambate rata hayu, Holobis kontul baris/ Rambate rata hayu, Holobis kontul baris/ Tumandang bareng maju nunggal tekad rahayu/ Merdeka merdeka merdeka/ Bumi klairanku/ Merdeka merdeka merdeka/ Wus tetep merdika//”

Dalam bahasa Indonesia teks itu bisa diterjemahkan sebagai berikut. Lihatlah di sana, sang bendera telah memanggil merah putih sang dwi warna itu lambang yang sejati negara kita telah merdeka yang berdasarkan pancasila terjadi pada waktu tanggal 17 Agustus bulannya pada tahun 1945. Rambate rata hayu, Holobis kontul (bangau) baris, Rambate rata hayu, Holobis kontul (bangau) baris. Ini adalah kearifan lokal Jawa yang artinya adalah segala rintangan akan dapat diretas untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan bersama asal kita bersatu jaya dalam tekad membangun bangsa.Bekerja maju bersama, menyatukan tekat kemakmuran merdeka merdeka merdeka bumi kelahiranku merdeka merdeka merdeka kita telah merdeka.

Bagi yang belum tahu lagunya dinyanyikan dengan gamelan. Berikut salah satu versi youtube yang bisa dinikmati. Saya lampirkan dalam tulisan ini.

Orisinil

Kearifan lokal tersebut digemakan oleh Komunitas Persada, warga Sapta Dharma Kabupaten Semarang dalam acara Music for Diversity, Ragam Nada Lintas Agama yang diselenggarakan oleh Pelita (Persaudaraan Lintas Agama). Dengan iringan gamelan, mereka menyanyikan tiga lagu yakni Lagon Semangat Juang 45, Tujuh Belas Agustus, dan Maju Tak Gentar.

Lagu yang pertama sangat mengesankan dalam jiwaku. Itulah secara spontan, saya turut bernyanyi dan mengajak rekan-rekan Pelita yang duduk di pelataran di samping saya mengiringi dengan tepukan tangan seirama lagu tersebut. Indah dan hanya indah semata. Filosofi perjuangan dalam kesatuan di tengah keberagaman menggema seiring lagu itu.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr – Warga Persada Sapta Dharma Kabupaten Swmarant in action

Pelita tak hanya berhasil menghadirkan lagu itu melalui Persada tetapi juga menghayatinya melalui momen peristiwa itu. Dahsyat! Bahkan mereka tetap bersemangat tanpa sound system, gara-gara gensetnya jebluk hehehe. Itulah keindahan dan kedahsyatan mereka! Tanpa sound system pun, mereka tampil secara luar biasa. Hal yang sama dilakukan saudaraku Arbi, yang membacakan puisinya dengan merdeka dalam semangat juang kebangsaan. Ibaratnya, Arbi pun berpuisi dalam semangat rambate rata hayu!

Terima kasih. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati kita semua dengan persatuan maju bekerja untuk bangsa yang sejahtera berkeadilan dan berkeadaban.***

JoharT Wurlirang, 19/8/2018

Sumber: refleksi pribadi

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/592509519464212?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.