Inspiration

Inspirasi Kearifan Lokal Ini Dahsyat! Ngono Ya Ngono Ning Aja Ngono, Lalu Harus Bagaimana?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Pitutur luhur falsafah Jawa ini menggema begitu kuat saat saya merenungkan peristiwa sosial politis di negeri ini pasca pengumuman capres-cawapres serta pendaftaran mereka ke KPU. Ngono ya ngono ning aja ngono! Apa maksud dan maknanya dan kenapa begitu kuat menggema dalam diri saya dalam konteks seperti saya sebutkan tadi? Ini jawaban dan refleksiku pribadi.

Referensi pihak ketiga

Pasca pengumuman cawapres oleh Jokowi, bahwa yang akan mendampingi Presiden Joko Widodo dalam Pilpres 2019 nanti adalah KH Ma’ruf Amin, arus masyarakat terutama sebagaimana mencuat di medsos cukup unik. Ada yang kecewa, mempertanyakan, bereaksi negatif mau golput, dan bahkan muncul ujaran-ujaran yang bernada negatif tak simpatik yang akarnya adalah rasa marah bahkan terkesan terbersit dendam dan tiada maaf bagi yang dianggap bersalah!

Ngono ya ngono ning aja ngono! Rasa marah, kecewa dan tak habis pikir atas keputusan Presiden Jokowi dalam diri sementara masyarakat warga bisa kita pahami dan mengerti. Harapan-harapan yang dirindukan tak terjawab. Lahirlah rasa kecewa, marah, jengkel dan bahkan cenderung apatis. Tentu pada kadar tertentu reaksi spontan ini bisa dimaklumi. Namun, menjadi sangat aneh dan kiranya perlu direfleksikan lebih mendalam lagi – terutama terkait dengan rasa hormat dan sikap pengampun – agar luka-luka yang ada di tengah kehidupan kita bukannya kian menganga, melainkan dapat tersembuhkan bukan dengan rasionalisasi rasional melainkan dengan iman, harapan dan kasih, apa pun agama dan kepercayaan kita.

Dalam hal ini, mutiara iman, harapan dan kasih, justru dilambungkan oleh negarawan kita, Bapak Mahfud MD. Dengan bijaksana dan santun, Mahfud MD yang konon dijagokan untuk mendampingi Jokowi sebagai cawapres namun ternyata yang dipilih KH Ma’ruf Amin, memberikan pernyataan yang elegan, indah, dan teduh. Beliau tidak menghakimi siapa pun, melainkan berbicara positif demi bangsa dan negara. Inilah yang kusebut mutiara iman, harapan dan kasih yang sangat nyata! Luar biasa istimewa.

Referensi pihak ketiga

Karenanya, bagi sementara masyarakat warga yang barangkali masih marah, kecewa, tak habis pikir atau bahkan terbersit dendam tanpa ampun, ngono ya ngono ning aja ngono! Saya bukan jurkam, juga bukan politisi. Saya hanya warga biasa yang diberi rahmat panggilan menjadi rohaniwan dan pelaku seni budaya dalam rangka merawat NKRI. Namun, saya mempunyai hak dan kewajiban sebagai warga bangsa untuk mewartakan dan memperjuangkan etika politik (politik etis) dalam konteks hidup berbangsa dan bernegara. Dalam konteks politik etis itu, inspirasi dan motivasi cerdas kutimba dari Mahfud MD yang luar biasa.

Contoh lain ngono ya ngono ning aja ngono dapat saya ajukan dan usulkan kepada siapa saja yang hari-hari ini dengan mudah saling menyerang satu terhadap yang lain. Pendukung Jokowi-Ma’aruf menyerang Prabowo-Sandiaga dan atau sebaliknya. Menurutku, dalam kearifan lokal falsafah Jawa, pesan ngono ya ngono ning aja ngono! Kenapa harus saling saling menyerang, menghujat, dan menjelekkan. Sudahlah! Akhiri sikap negatif, dan ubah menjadi sikap positif untuk bangsa dan negara, untuk peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agama dan kepercayaan kita!

Referensi pihak ketiga

Mari kita bergandengan tangan untuk bangsa dan negara! Saling menyerang tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Karenanya, ngono ya ngono ning aja ngono. Mari kita buktikan saja dengan karya nyata, dan sikap sebagai saudara sebangsa dan setanah air Indonesia. Jangan rusak dengan ujaran-ujaran kebencian, sebab itu tak akan pernah membuat kehidupan bersama menjadi baik, justru semakin membuat suasana menjadi keruh dan tidak sehat, bahkan tidak beradab!

Demikian pendapat dan refleksi saya. Bagaimana menurutmu? Terima kasih berkenan membaca refleksi ini. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

JoharT Wurlirang, 14/8/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi falsafah Jawa

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/576155883782962?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.