Inspiration

Jangan Takut Menaburkan Kebaikan, Agar Memanen Kebaikan Pula daripada Menabur Kejahatan!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Kearifan lokal falsafah Jawa yang satu ini juga bersifat universal. Artinya, falsafah itu tak hanya berlaku bagi masyarakat Jawa tetapi juga berlaku bagi umat manusia seluruh dunia. Pasti rumusannya berbeda, namun maknanya sama saja. Baik dalam tradisi falsafah Jawa maupun suku, bangsa dan bahasa lainnya, inspirasi pesan ini dimaksudkan sebagai nasihat agar kita selalu menaburkan dan menanam kebaikan di dalam kehidupan ini sehingga kita pun menuai kebaikan pula.

Referensi pihak ketiga

Dalam gambar ilustrasi itu tertulis (ejaannya saya betulkan sesuai dengan tata bahasa Jawa) “Sing sapa (dibaca sopo) sing nandur ya kui sing bakal manen hasile. Singkatnya dalam paribasan Jawi dikatakan: sing sapa nandur bakal ngundhuh. Artinya, barangsiapa menabur dan menanam akan menunai hasil panenannya.

Referensi pihak ketiga

Apa pun yang ditabur itulah yang dituai. Kalau orang menabur biji gandum, ia pun akan menuai gandum sebagai panenannya. Sebaliknya, yang menabur ilalang, ia juga hanya akan menuai ilalang. Mana yang akan kamu tabur dan tanam? Gandum apa ilalang? Pastinya setiap orang ingin menabur gandum lambang kesejahteraan dan kebaikan bukan ilalang yang adalah lambang kesia-siaan bahkan kejahatan! Seberapa banyak kita akan panen? Tentu sebanyak yang kita taburkan dan kita tanam bukan?

Referensi pihak ketiga

Sayangnya, di tengah masyarakat dan hidup bersama kita, selalu saja ada orang-orang tertentu yang hobi menaburkan ilalang kesia-siaan dan kejahatan di tengah upaya dan kerja keras banyak orang yang menaburkan gandum kesejahteraan dan kebaikan. Mereka yang menabur ilalang itu laksana menabur angin akan menuai badai bagi diri mereka sendiri. Sedangkan yang menabur gandum akan menuai kesejahteraan bagi seluruh bangsa.

Referensi pihak ketiga

Coba tebak! Siapa yang menabur ilalang dan siapa yang menabur gandum? Yakinlah, pitutur luhur falsafah Jawa itu akan menjadi kebenaran bagi kita. Sing sapa nandur bakal ngundhuh. Sapa sing nandur, ya kui kang bakal manen hasile!

Referensi pihak ketiga – sumber: jengandrea.wordpress.com

Buat kita, mari berlomba-lomba menabur kebaikan agar kita panen berkah dan kebaikan di dalam hidup kita. Berkahnya adalaglh peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agama dan kepercayaan kita. Salam peradaban kasih. Terima kasih. Tuhan memberkati kita semua dengan tekad baik menabur kebaikan dalam kehidupan ini.***

JoharT Wurlirang, 5/8/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi falsafah Jawa

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3725581172013029?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.