Inspiration

Sikap Empan Papan Itu Bijaksana dan Peka pada Kondisi Derita Sesama. Lakukanlah!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Menjadi manusia itu harus empan papan, yakni tahu diri dan tahu menempatkan diri. Orang yang empan papa itu tahu saat terbaik dan berperilaku seturut nurani yang peka pada kebutuhan bahkan derita sesama. Itulah makna dari pitutur luhur wong urip iku kudu empan papan. Bagaimana penjelasan selengkapnya serta contoh yang bisa direnungkan dari pitutur luhur ini? Kita simak yuk!

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Sikap empan papan atau papan empan adalah sikap peka membaca situasi dan kondisi hingga seseorang bisa menempatkan diri secara pantas dan bijaksana di tengah kehidupan bersama. Contoh sederhana yang bisa diangkat misalnya, bagaimana mungkin kamu menyetel musik rock atau dangdut dengan volume maksimal di rumahmu sementara tetanggamu sedang berduka atas kematian anggota keluarganya? Orang yang menyetel musik rock atau dandut keras-keras (atau segala musik apa pun) di rumahnya, sementara tetangga sebelah sedang susah, itu tanda bahwa yang bersangkutan tidak bisa bersikap empan papan atau papan empa. Ia tidak memiliki empati, kepekaan dan belarasa pada sesama yang sedang berduka. Apalagi kalau itu dilakukan di jalanan sambil bereuforia berjoget ria. Aneh bin ajaib menyedihkan!

Sikap empan papan gagal dihayati oleh orang-orang yang sedang mabuk euforia dalam rangka awal pesta demokrasi di Ibu Kota Jakarta, sementara saudari-saudara kita yang di Lombok, NTB sedang berduka karena musibah gempa! Sikap itu sungguh tidak mencerminkan etika berbangsa dan hanya terjebak pada euforia belaka hingga berperilaku berlebihan dalam konteks sosial kemasyarakatan kita. Kita pun lantas berandai-andai, akan menjadi seperti apa kehidupan bangsa dan negara kita, kalau dikendalikan oleh pemimpin semacam ini? Sementara masyarakat di bagian negeri ini sedang berduka dan prihatin karena musibah gempa, teganya menari dan pawai dengan mobil mewah, kendati itu dilakukan di Ibu Kota Jakarta, yang secara jarak terhitung jauh dari Lombok. Namun, ini suatu tindakan tanpa empati, tanpa hati, tanpa kepeduliaan.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Mata sederhana masyarakat warga pun memandang bahwa sikap itu sungguh tidak empan papan, tidak papan empan. Peka dan pedulilah pada kebutuhan sesama, terutama yang sedang dirundung nestapa. Sikap larut dalam euforia pesta (demokrasi) meski baru tahap awal, ini sudah cerminan kegagalan sosok yang hendak menjadi pemimpin negeri ini untuk bersikap empan papan. Sebagai sesama warga bangsa, siapa saja, termasuk saya, kiranya boleh memberikan masukan melalui tulisan ini sebagai inspirasi dan motivasi untuk masa depan bangsa yang lebih toleran, empan papan, peka dan berbelarasa kepada derita sesama.

Saya berharap, yang terjadi itu hanya sebuah rekayasa dan hoax, kabar bohong saja. Namun kabar bohong itu sudah menyedihkan, apalagi bila itu suatu kenyataan. Sungguh suatu ironi yang tak bisa dimengerti dengan cara pandang apa pun dan dari sudut pandang mana pun!

So, girls and guys, ayo membuka mata batin dan hati kita, untuk berani bersikap empan papan. Mungkin saat ini ada sementara pihak yang sedang kecewa karena suasana awal pengumuman capres-cawapres dalam rangka Pilpres 2019 mendatang, marilah kita tetap bersikap empan papan. Dari sudut pandang apa pun agama dan kepercayaan kita, damai-sejahtera, pengampunan, dan kepekaan harus diutamakan. Itulah hakikat sikap empan papan memandang realitas dalam perspektif yang luas dan bijaksana. Bagaimana menurutmu?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati kita semua dengan kepekaan dan kepeduliaan sikap empan papan.***

Kampus Ungu Unika Soegijapranata, 14/8/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi falsafah Jawa

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1229797922177122?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.