Inspiration

Jangan Balas Kebencian dengan Kebencian, Melainkan dengan Kebaikan dan Kasih Persaudaraan!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Suatu hari, Mbah Semar berkata kepada Gareng, Petruk dan Bagong yang suka banget kalau harus membalas lawan-lawannya. Mbah Semar bilang, “Eeee, aja seneng males ala marang kang dursila, ya Ngger…! Becik aluwung tetep kebak ing katresnan!”

Kalimat yang terungkap dalam falsafah Jawa itu kurang lebihnya berarti sebagai berikut. Janganlah suka membalas kejahatan terhadap yang berbuat jahat! Begitulah pitutur luhur itu dijadikan sebuah nasihat. Nasihat itu pasti berbuah berkat bagi masyarakat apabila setiap orang bisa menerapkan dan menghayatinya sebagai sifat hidupnya.

Nasihat bijak falsafah Jawa itu membawaku pada satu meme yang dihubungkan dengan Presiden Joko Widodo. Sebagaiman terlampir dalam tulisan ini, pitutur luhur Mbah Semar sudah dikontekstualisasikan ke dalam bahasa milenial. Maka, kalimatnya menjadi, “Kalo ada komen buruk dari haters, biarkan saja… tak usah marah. Cukup balas pake www.sayatetapjokowi.com maka akan muncul poster prestasi dan hasil kerja nyata Jokowi bersama Kabinet Indonesia Kerja yang dipimpinnya bagi seluruh rakyat Indonesia.

Referensi pihak ketiga

Menurut hemat saya, bahasa milenial dalam gambar tersebut sangat relevan dan signifikan untuk kembali menggemakan falsafah Jawa sebagaimana dikatakan Mbah Semar kepada anak-anaknya, yakni Gareng, Petruk dan Bagong. Mereka menjadi komunitas yang harmonis, penuh humor, membela kebenaran, bukan dengan marah-marah melainkan dengan ramah. Itulah hal yang kiranya juga pantas dikembangkan pada zaman now ketika dengan mudah, masyarakat kita terjebak dalam perang urat syaraf penuh ketegangan bahkan tak jarang bermuatan rasa benci dan dendam.

Semua itu tak perlu dikembangkan! Justru mari kita kembangkan semangat cinta kasih untuk hidup bersama yang rukun dan damai bagi masa depan Indonesia jaya. Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih berkenan membaca artikel ini. Tuhan memberkati. Salam sejahtera dan salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 27/8/2018

Sumber: refleksi priabdi

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/84329653422692?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.