Inspiration

Ketika Air Susu Dibalas Air Tuba, Mari Tetap Menjaga Martabat Bangsa!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Menyaksikan fenomena sosial belakangan ini, yakni maraknya deklarasi #2019gantipresiden, saya jadi ingat falsafah lokal Jawa ini. Dibeciki mbalang tai! Falsafah ini sejalan dengan peribahasa air susu dibalas dengan air tuba. Mari kita renungkan bersama.

Referensi pihak ketiga

Falsafah Jawa dibeciki mbalang tai berarti orang sudah mendapatkan kebaikan, tetapi membalas dengan kebencian dan kebusukan sikap. Padahal mestinya, orang yang mendapatkan kebaikan dari orang lain, selayaknya membalas dengan kebaikan pula. Namun kenyataannya, ada sekelompol oranh dan gerombolan yang membalas kebaikan itu dengan perbuatan jahat! Nah, falsafah ini bisa diterapkan dalam konteks kepemimpinan Presiden Jokowi.

Apa pun yang dilakukan Jokowi dipandang buruk! Lalu orang tertentu nyinyir dengan aksi #2019ganti presiden. Aksi dan deklarasi tampak sedemikian vulgar dan kasar. Kian hari kian menjinjikkan laksana dibeciki mbalang tai.

Kurang apa sesungguhnya yang dilakukan oleh Presiden Jokowi dalam melayani bangsa dan rakyat Indonesia selama dipercaya menjadi Presiden Republik Indonesia? Simak saja fakta ini. Hanya dalam tiga tahun pertama pemerintahan Jokowi sudah 300 bendungan baru dibangun untuk membantu meningkatkan kesejahteraan; 180 bandara baru selesai dibangun dan diresmikan, 897 tol baru bisa diakses. Bangunan mangkrak warisan rezim masa lalu yang bisa dibereskan dikerjakan untuk rakyat.

Referensi pihak ketiga

Yang paling fenomenal adalah penyelenggaraan sebagai tuan rumah Asian Games berjalan baik. Pembukaannya spektakuler. Negara-negara lain memuji dan mengapresiasi, tetapi segelintir nyinyir justru mbalang tai! Syukurlah, lebih banyak orang baik yang mau kumpul orang baik. Masih banyak apresiasi yang diwartakan untuk membungkam para lawan nyinyir yang kata-katanya bau anyir laksana mbalang tai. Saya terkesan dengan salah satu pujian disampaikan laman KataKita sebagaimana saya lampirkan ini. Yang begini ini harus diwartakan lebih luas agar makin banyak orang menjadi cerdas.

Referensi pihak ketiga

KataKita memgajak kita semua untuk tidak mbalang tai. Maka sementara orang nyinyir mengkritil.habis pelaksanaan Asian Games yang berjalan spektakuler, KataKita mengajak kita semua melek. Ternyata pengeluaran untuk penyelemggaraan Asian Games justru mendatangkan keuntungan bagi perekonomian bangsa. Bahkan, Asian Games juga menjadi tanda persatuan bangsa-bangsa di Asia.

So, Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Mari kita berpikir cerdas dan bersikap bijaksana. Jangan gampang terprovokasi oleh para pihak yang melempar tinja ke wajah bangsa sendiri. Justru sebaliknya, marilah kita bersatu bergandengan tangan membangun peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat (bukan dengan hoax dan hatred) dan beriman yang benar, apa pun agama dan kepercayaan kita.

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 26/8/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi Pitutur Adi Luhur (2009:130-131) dan berbagai sumber

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3442063882431555?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.