Inspiration

Meneladan Wajah-Wajah Teduh Pembawa Berkat!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Kita semua boleh bersyukur mendengar dan membaca kabar tentang kerendahan hati para pemimpin ini. Dalam falsafah Jawa itulah yang disebut laku utama. Sikap baik yang harus dicontoh (nuladha laku utama). Perhatikanlah wajah-wajah yang tampak dalam foto yang terlampir sebagai ilustrasi artikel ini. Pandanglah mereka dengan mata bening beraroma cinta dan tanpa prasangka. Apa yang mumcul dalam perasaan dan pikiran kita?

Referensi pihak ketiga

Mereka adalah Presiden Ir. Haji Joko Widodo atau dikenal Jokowi yang adalah pemimpin seluruh rakyat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Yang sedang bersalaman dengan Presiden Jokowi adalah Mgr. Dr. Antonius Bunjamin Subiyanto OSC, Uskup Keuskupan Bandung yang juga Sekretaris Jenderal Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Yang berdiri di antara Presiden Jokowi dan Mgr. Anton adalah Mgr. Prof Dr Ignatius Suharyo, Uskup Keuskupan Agung Jakarta yang juga Ketua KWI.

Itulah salah satu adegan perjumpaan antara Presiden Jokowi dan para Uskup Presidium KWI di Kantor KWI Jakarta (Jumat, 4/8/2018). Presiden Jokowi meretas sejarah formalitas. Biasanya para Uskup diundang ke Istana Presiden dengan segala formalitas prosedural pejabat. Namun kali ini tidak. Jokowi hadir bersilaturahmi dalam kerendahan.hati. Para Uskup pun menyambut Jokowi dalam kerendahan hati yang sama. Tanpa busana resmi (jubah) sebagai Uskup, para Uskup menyambut Jokowi dengan mengenakan busana batik.

Referensi pihak ketiga

Perjumpaan itu menjadi tanda-tanda zaman perubahan mental untuk maju bersama dalam merawat kerukunan bangsa dan menjaga keutuhan NKRI. Apalagi ternyata, sebagaimana diberitakan banyak laman, itulah rangkaian kunjungan Jokowi kepada sejumlah tokoh-tokoh pemimpin agama (Muhammadiyah, Katolik dan Kristen).

Itulah yang dalam falsafah Jawa disebut laku utama dan siapa saja dipanggil untuk tansah nuladha. Maka ada ungkapan nuladha laku utama. Marilah mencontoh perilaku utama dalam hal kerendahan hati, kesederhanaan dan kerukunan.

Referensi pihak ketiga

Semoga peristiwa ini menjadi berkat bagi umat dan masyarakat untuk melangkah bersama membangun peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agamanya. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 26/8/2018

Sumber: refleksi pribadi

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2647827870685735?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.