Inspiration

Pahit Madu, Bagaimana Mungkin? Lalu Harus Bagaimana?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Dengan menggunakan perspektif falsafah lokal Jawa, sangatlah menarik merenungkan peristiwa yang jadi berita viral tentang rangkulan dua rival! Hanifan Yudani Kusumah menjadi aktor sosial karena merangkul Presiden Jokowi dan Ketua IPSI Prabowo sesudah memastikan menyabet medali emas di cabang silat Asian Games 2018 (29/8/2018).

Referensi pihak ketiga

Dalam falsafah Jawa, tindakan Hanifan itu disebut tindakan yang pahit madu. Artinya, tindakan itu manis sekali, semanis madu. Di tengah kepahitan hidup sosial politik yang nyinyir bau anyir; Hanifan menaburkan bau harum bahkan semanis madu.

Referensi pihak ketiga

Nyinyir bau anyir karena hidup sosial kemasyarakatan politis kita dipenuhi kata, frasa, kalimat bahkan anak kalimat yang kerap penuh kebencian, hujat dan hinaan. Namun Hanifan berhasil menaburkan bau harum kemenangan – meminjam bahasa Presiden Jokowi.

Referensi pihak ketiga

Semoga taburan aroma harum itu terus menguasai seluas bumi Nusantara ini tak hanya hingga Pilpres 2019 nanti tetapi juga kekal abadi selamanya. Jayalah Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila, dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika dan landasan UUD 1945.

Mari menjadi penabur aroma harum hidup rukun dalam rasa pahit madu! Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 30/8/2018

Sumber: refleksi pribadi

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3210184993643543?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.