Inspiration

Pemuda Cerdas Ini Berjumpa Ramakrishna Lalu Beginilah Jadinya, Ia Berubah Menjadi Percaya!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Falsafah Jawa mengatakan bahwa Gusti iku cedhak tanpa senggolan, adoh tanpa wangenan. Kita belajar percaya dan melihat yang tak bisa dilihat dengan mata! Ternyata, perjumpaan Narendra dengan Ramakrishna bisa menginspirasi kita memahami falsafah Jawa ini. Bagaimana kisahnya?

Referensi pihak ketiga

Kisah ini dituturkan ulang oleh Anthony de Mello SJ dalam bukunya yang berjudul Contact with God, Retreat Conferences, (1990). Anthony de Mello sendiri mengutip kisah ini untuk menerangkan perlunya pengalaman akan Allah dalam kehidupan setiap orang yang diutus untuk mewartakan kasih-Nya dalam kehidupan sekarang ini.

Begini kisahnya. Adalah sosok pemuda yang begitu cerdas. Namanya Narendra. Namun, ia tak percaya bahwa Tuhan Allah itu ada. Lalu ia mendapatkan pencerahan dari perjumpaannya dengan Ramakrishna. Narendra mengunjungi Ramakrishna karena ia pernah mendengar tentang kesucian hidup Ramakrishna. Dalam perjumpaan itu, terjadilah percakapan dialogis sebagai berikut.

“Narendra: Apakah Anda percaya kepada Allah? Jawab Ramakrishna: Ya, saya percaya. Lalu kata Narendra: Saya tidak. Lebih lanjut, Narendra bertanya lagi: Apa yang membuat Anda percaya kepada Allah? Apakah Anda dapat membuktikan kepada saya bahwa Allah ada? Jawab Ramakrishna: Ya, saya dapat. Tanya Narendra: Mengapa Anda begitu pasti bahwa Anda dapat meyakinkan saya? Jawab Ramakrishna: Karena sekarang ini saya melihat-Nya lebih jelas daripada saya melihat Anda!”

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Saat memberikan kalimat jawaban yang terakhir itu, Ramakrishna memandang Narendra dengan raut wajah yang penuh pesona dan suara nada ucapan yang menggetarkan Narendra. Narendra pun amat terkesan dan sejak itulah, hidupnya berubah sama sekali. Dia pun mengubah namanya menjadi Swami Vivekananda.

Swami Vivekananda mengalami perjumpaan dengan Ramakrishna sebagai pribadi yang memiliki relasi intim dengan Tuhan Allah. Dalam dirinya, Swami Vivekananda melihat dan merasakan kehadiranNya.

Referensi pihak ketiga

Begitulah yang disebut pengalaman akan Allah. Pengalaman itu mengubah kehidupan dengan lebih mengandalkan kekuatanNya, bukan kekuatan dan pikiran sendiri. Ketika kita bisa mengandalkan hanya kekuatanNya semata, saat itulah kita sedang berada dalam pengalaman akan Tuhan. Ibaratnya, kita diberi kekuatan untuk bertahan sama seperti saat melihat yang tidak kelihatan dan yang tidak kelihatan itu adalah Dia yang menjadi kekuatan dalam diri kita yang rapuh, lemah, ringkih dan berdosa ini! Bagaimana menurutmu, Sobat?

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih berkenan membaca tulisan ini. Tuhan memberkati kita semua. Salam peradaban kasih.***

Kampus Ungu Unika Soegijapranata, 21/8/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi Anthony de Mello SJ, Contact with God, Retreat Conferences, (1990:46-47) 

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2692257085697553?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.