Inspiration

Taburkanlah Keharuman dalam Kehidupan dengan Perkataan dan Perbuatan!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Falsafah Jawa yang satu ini barangkali jarang sekali kita baca atau kita dengar. Namun, arti dan maknanya sudah sering kita jumpai dan alami dalam kehidupan kita sehari-hari.

Referensi pihak ketiga

Dalam kehidupan kita sehari-hari, selalu ada sosok pribadi yang menghadirkan keharuman hidup dan wangi karya nyata yang bermanfaat dalam rangkan kerukunan, kesejahteraan, keadilan, dan kemanusiaan. Orang-orang ini disebut sebagai keturunan luhur. Istilah yang dipakai adalah priyayi dalam arti yang sesungguhnya, bukan dalam arti peyoratif orang yang malas dan hanya suka menerima pujian tanpa kerja apa pun. Beda dengan sosok yang disebut dalam falsafah Jawa ini.

Ia sinawuran sari ginanda wida jebat kasturi. Kehadirannya selalu menebarkan keharuman wangi rempah-rempah yang membuat kehidupan menjadi semarak, penuh gairah, dan pengharapan. Sinawuran sari ginanda wida jebat kasturi sendiri secara harafiah berarti tempat yang ditaburi bunga-bunga harum semerbak warna-warni dicampur dengan boreh. Boreh adalah seperti bedak masker warna kuning cerah terbuat dari rempah-rempah dan beraroma harum. Aromanya sangat menyengat laksana kasturi.

Referensi pihak ketiga

Begitulah sosok pribadi yang mulia, berhati baik, berkehendak tulus, dan berbudi luhur selalu membawa keharuman dalam kehidupan sehingga di mana pun ia berada, ia membuat kehidupan itu laksana sinawuran sari ginanda wida jebat kasturi. Melalui iman, harapan dan kasih, sesuai dengan agama dan kepercayaan kita masing-masing, kita dibentuk menjadi pribadi yang mampu menghadirkan keadaan laksana sinawuran sari ginanda wida jebat kasturi. Itu terjadi melalui setiap perbuatan baik yang kita lakukan, sekecil apa pun dalam kehidupan bersama.

Masyarakat yang sinawuran sari ginanda wida jebat kasturi adalah masyarakat yang tidak mempan diadu-domba, dikelabuhi hoax dan kebohongan, yang mampu menghadirkan kehidupan bersama yang rukun, damai, dan sejahtera. Persis di situlah peradaban kasih dalam masyarakat yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agama dan kepercayaannya dibangun.

Referensi pihak ketiga

Demikianlah, mari menjadi pribadi-pribai yang menaburkan keharuman dan perbuatan baik, juga mulai dari setiap perkataan yang baik, harum dan sedap untuk didengar. Terima kasih berkenan membaca artikel ini. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 23/8/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi Pitutur Luhur Budaya Jawa (2017:384)

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/377935376258831?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.