Inspiration

Tirakat Malam 1 Sura dan Sarasehan Budaya Suran 1 Sura, Mengapa?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Sejak menjelang malam tanggal 1 Sura, hingga tanggal 1 Sura malam, sejumlah komunitas masyarakat Jawa masih menandainya dengan berbagai peristiwa budaya. Masing-masing komunitas memiliki keunikan dalam menyambut tanggal 1 Sura. Mengapa dan bagaimana?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Pertama-tama, kalau kita bicara tentang 1 Sura kita berada dalam konteks budaya Jawa. Penanggalan Jawa dihitung berdasarkan putaran bulan terhadap bumi. Maka berbeda dengan penanggalan Masehi yang dihitung berdasarkan putaran bumi terhadap matahari.

Menurut perhitungan, selisih tahun Jawa dan Masehi adalah 67 tahun. Maka 1 Sura yang bersamaan dengan tanggal 11 September 2018 dalam hitungan tahun Jawa adalah tahun 1951 Be. Selisih ini terjadi karena adanya perbedaan jumlah hari per bulannya.

Mari kita hitung. Jumlah hari dalam kalender Jawa adalah 29 dan 30. Jumlah hari tahun Masehi antara 30 dan 31 kecuali pada bulan Februari hanya 28 hari atau empat tahun sekali 29 hari. Jumlah hari dalam satu tahun kalender tahun Jawa rerata 354-355 hari; sedangkan jumlah hari dalam satu tahun kalender Masehi 365-366 hari. Penanggalan Jawa menghitung 1 pasaran sama dengan 5 hari yakni Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon; sedangkan kalender Masehi menghitung 1 minggu sama dengan 7 hari yakni Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu. Pergantian hari pada tahun Jawa terjadi pada waktu petang atau saat Matahari terbenam, sedangkan pergantian hari pada tahun Masehi mulai pukul 24.00 atau 00.00 tengah malam.

Referensi pihak ketiga

Mengapa orang Jawa menganggap penting malam 1 Sura? Ini sangat lekat dengan budaya Jawa. Tradisi malam 1 Sura memberi perhatian pada ketentraman batin dan keselamatan. Makanya, peringatan 1 Sura biasanya selalu diselingi dengan ritual pembacaan doa dari semua umat yang hadir merayakannya, apa pun agama dan kepercayaannya. Tujuannya adalah untuk mendapatkan berkah dan menangkal datangnya marabahaya dalam kehidupan sepanjang tahun. 

Bulan Sura adalah bulan pertama tahun Jawa yang terdiri dari 30 hari. Sepanjang bulan Sura masyarakat Jawa mengajak kita untuk terus bersikap eling lan waspada. Apabila di awal tahun dan bulan pertama dalam tahun kita sudah mampu membangun sikap eling lan waspada, maka harapannya, sepanjang tahun pun hidup kita akan diberkati oleh Kang Murbeng Jagat Dumadi yakni Tuhan Yang Maha Esa, Pencipta Langit dan Bumi. 

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Karena malam 1 Sura dan 1 Sura serta sepanjang bulan Sura dianggap sakral, itulah sebabnya, masyarakat Jawa mengisi malam 1 Sura dan tanggal 1 Sura dengan ritual doa dan tirakat. Dalam rangka itulah maka beberapa tahun terakhir ini, pada malam 1 Sura di Gua Maria Kerep Ambarawa diselenggarakan Misa Malam 1 Sura. Di Gereja Kristus Raja Ungaran sejak beberapa tahun terakhir Misa Inkulturasi Suran dilaksanakan pada tanggal 1 Sura dan dilanjutkan dengan Sarasehan dan Merti Budaya 1 Suran.

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam Peradaban Kasih.***

Girlan Ungaran, 11/9/2019

Sumber: refleksi pribasi terinspirasi www.krjogja.com Minggu, 21 Januari 2018 / 05:53 WIB dan berbagai sumber lain

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2825442457122881?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.