Inspiration

Waspada Musim Gempa! Mengapa?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Belakangan ini gempa terjadi bertubi-tubi di negeri kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sejak gempa terjadi di Lombok dan sekitarnya, lalu Palu dan sekitarnya, baru-baru ini, gempa terjadi di Situbondo.

Referensi pihak ketiga – Gempa di Situbondo

Dua gempa pertama membawa korban yang cukup banyak. Yang meninggal maupun yang terluka. Gempa paling buruk terjadi di Palu sebab diikuti dengan tsunami dan likuifaksi. Sebagaimana dilaporkan www.liputan6.com/news/read/3664081/jumlah-korban-gempa-tsunami-palu-dan-donggala-jadi-2045-orang (10 Okt 2018, 15:16 WIB); proses evakuasi korban bencana gempa tsunami di Palu dan sekitarnya masih terus dilakukan tim SAR gabungan. Hingga hari Rabu (10/10/2018), tercatat sudah 2.045 korban yang berhasil ditemukan dan diidentifikasi dari beberapa lokasi seperti di Donggala, Palu, Sigi, dan Moutoung.

Tentu, kita semua prihatin dan berduka atas tragedi bencana yang membawa korban jiwa dan kerusakan fisik infrastruktur yang kian memperburuk keadaan dari sisi kemanusiaan. Karenanya, tak mengherankan bahwa kata dan fakta gempa selalu bikin takut, khawatir dan trauma.

Referensi pihak ketiga – gempa di Lombok

Itulah sebabnya, siapa saja di antara kita, harus tetap waspada sebab kita hidup di negeri gempa. Dan tampaknya, hari-hari ini, kita sedang berada di musim gempa tersebut. Karenanya, mari kita membangun sikap eling lan waspada. Memang gempa di Situbondo tak ada hubungannya dengan gempa di Lombok dan di Palu. Justru ini kian menegaskan betapa kita ini hidup di negeri gempa dan saat ini sedang terjadi musim gempa. Mari, bersikap eling lan waspada.

Seraya bersikap eling lan waspada, mari kita terus menumbuhkan kepekaan pada para korban bencana. Kepekaan terwujud dalam berbagai bentuk aksi belarasa dan solidaritas, minimal dalam doa-doa kita sebagai warga negara bangsa yang melandaskan hidup kita dalam Ketuhanan Yang Maha Esa. Semoga iman dan doa kita, apa pun agama dan kepercayaan kita, kian terwujud pula dalam aksi kemanusiaan yang adil dan beradab demi menjaga persatuan Indonesia dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Untuk itu, duduk bersama, bermusyawarah demi menghasilkan mufafat sangatlah tepat. Berhentilah saling menghujat! Mari kita bangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang beradab. Maka, peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejathera, bermartabat dan beriman – apa pun agama dan kepercayaan kita pun – akan kian terwujud di negeri ini. Semoga upaya Pemerintah dan warga masyarakat untuk mengevakuasi, merehabilitasi dan menangani para korban pascagempa khususnya di Lombok dan di Palu dan sekitarnya dapat semakin dirasakan buahnya bagi segenap warga yang terdampak bencana gempa, tsunami dan likuifaksi. Itulah minimal doaku, doamu, dan doa kita bersama!

Referensi pihak ketiga – Likuifaksi di Petobo Sulawesi Tengah

Demikian para UCers, Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Bagaimana menurut Anda? Terima kasih berkenan membaca refleksi ini. Semoga bermanfaat. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Sumber:

  1. www.bbc.com/indonesia/indonesia-45708229 (2 Oktober 2018)
  2. Www.liputan6.com/news/read/3664081/jumlah-korban-gempa-tsunami-palu-dan-donggala-jadi-2045-orang (10 Okt 2018, 15:16 WIB)
  3. Www.liputan6.com/news/read/3664674/bmkg-gempa-situbondo-tidak-ada-hubungan-dengan-lindu-di-palu-dan-lombok?medium=Headline&campaign=Headline_click_1 (11 Okt 2018, 09:45 WIB)

JoharT Wurlirang, 11/10/2018

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1346658179680630?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.