Inspiration

Bersama Para Santri Damailah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Pada Hari Santri Nasional (Senin, 22/10/2018), saya mendapat berkat boleh ikut upacara di lapangan Simpang Lima bersama segenap masyarakat Santri, Kiai, Ulama, tokoh lintas agama dan para pejabat Pemerintahan Jawa Tengah.

Referensi pihak ketiga

Saat tiba di lokasi, saya menyalami para tamu peserta upacara yang sudah hadir. Pertama-tama, tentu saja H. Farhani Kakanwil Kemenag Jateng, KH. Muhammad Adnan, Haji Taslim, H. Muhyidin, dan para sahabat dari Masjid Agung Jawa Tengah. Lalu, kami ngobrol dengan KH Ali Mufiz tentang kebangsaan dan kerukunan.

Beberapa saat menjelang upacara dimulai, Bapak Kapolda Jateng, Irjen Pol Drs Condro Kirono hadir. Menyalami para tokoh lintas agama yang sudah hadir. Saat bersalaman dan bercipika-cipiki, beliau memandangku yang mengenakan jubah hitam dan pecis hitam dengan emblem Merah Putih dan Garuda, lalu berbisik, “Ini santri Merah Putih!” karena saya berkata kepada beliau, “Saya juga santri Pak Kapolda!” Suasana pun menjadi cair.

Referensi pihak ketiga

Hadir dalam upacara Hari Santri Nasional di Lapangan Simpang Lima para tokoh lintas agama selain diriku, Ada Bhikkhu Cattamano Sri Mahatera, Ws Lingling, dan Romo E. Didik SJ. Suasana rukun dan damai seperti tema Hari Santri Nasional 2018, “Bersama Santri Damailah Negeri!”

Sejujurnya, dalam upacara yang dipimpin oleh Ganjar Pranowo sebagai inspektur upacara itu, saya mrinding dalam suasana damai sebagai warga bangsa NKRI saat mendengar para peserta upacara menyerukan Ikrar Para Santri. Kalimat-kalimat yang diserukan itu sungguh luar biasa. Bila semua ikrar itu terjadi, benarlah seruan tema hari Santri Nasional kali ini: Bersama Santri Damailah Negara Kesatuan Republik Indonesia sebab ditopang oleh pribadi-pribadi para Santri yang cinta KNRI bahkan berani menanggung segala risiko demi menjaga NKRI, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan UUD 145. Inilah Ikrar Santri selengkapnya.

Referensi pihak ketiga

Ikrar Santri Indonesia

Kami Santri Negara Kesatuan Republik Indonesia berikrar:

  1. Sebagai Santri Negara Kesatuan Republik Indonesia, berpegang teguh pada aqidah, ajaran, nilai, dan tradisi Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.
  2. Sebagai Santri Negara Kesatuan Republik Indonesia, bertanah air satu tanah air Indonesia, berideologi negara satu ideologi Pancasila, berkonstitusi satu Undang Undang Dasar 1945, berkebudayaan satu kebudayaan Bhineka Tunggal Ika.
  3. Sebagai Santri Negara Kesatuan Republik Indonesia, selalu bersedia dan siap siaga, menyerahkan jiwa dan raga, membela tanah air dan bangsa Indonesia, mempertahankan persatuan dan kesatuan nasional serta mewujudkan perdamaian dunia.
  4. Sebagai Santri Negara Kesatuan Republik Indonesia, ikut berperan aktif dalam pembangunan nasional, mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan, lahir dan batin, untuk seluruh rakyat Indonesia.
  5. Sebagai Santri Negara Kesatuan Republik Indonesia, pantang menyerah, pantang putus asa serta siap berdiri di depan melawan pihak-pihak yang akan merongrong Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal ika, serta konstitusi dasar lainnya yang bertentangan dengan semangat Proklamasi Kemerdekaan dan Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama.

Referensi pihak ketiga

Sungguh, saat para peserta menggemakan kembali Ikrar Santri Indonesia itu, dalam diri saya terbangun pengharapan yang kuat bahwa benarlah, Bersama Santri Damailah Negeri ini. Dan Hari Santri Nasional serta Ikrar Santri Indonesia yang indah itu, ternyata baru dimulai dan ditetapkan pada era Presiden Joko Widodo, berkat dukungan para ulama dalam rangka melanjutkan warisan Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang diserukan oleh KH Hasyim Asyari sebagai pendiri Nahdlatul Ulama dalam rangka melawan kolonialisme Belanda kala itu. Itu semua dilakukan demi mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia yang beberapa saat sebelumnya diproklamasikan oleh Soekarno-Hatta atas nama Bangsa Indonesia.

Selamat Hari Santri Nasional 2018. Semoga bersama para santri, damailah negeri kita, NKRI jaya! Demikian, refleksi saya. Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Sumber:

  1. Refleksi pribadi atas kesempatan upacara bersama para Santri di Lapangan Simpang Lima Semarang (22/10/2018 pukul 07.00 – 08.30 WIB)
  2. www.harisantri.id/berita/ikrar-santri-indonesia.html

Lapangan Simpang Lima Semarang, 22/10/2018

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4418412920529478?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.